BRALING.CO, PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga harus merancang strategi yang konkret untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM).

Jangan sampai, program pemerintah terkait pengentasan kemiskinan dan peningkatan IPM di Kabupaten Purbalingga hanya jadi sebatas seremonial.

Ketua Bidang Hikmah PK Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Abu Dardiri, Fajar Aji Anugrah menyebut pertumbuhan ekonomi daerah belum berdampak bagi masyarakat.

“Memang jika dilihat secara angka pada tahun 2021, Kabupaten Purbalingga mengalami pertumbuhan ekonomi dari yang sebelumnya 1,23% menjadi 3,19% dan tingkat pengangguran di tahun 2021 pun turun dari 6,10% menjadi 6,05%,” kata Fajar.

Akan tetapi, ranking IPM Kabupaten Purbalingga tetap saja belum beranjak posisi peringkat ke 29 dari 35 kabupaten/Kota di Jawa Tengah.

Diskusi Refleksi Hari Jadi Purbalingga.

Bidang Hikmah PK IMM Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Purbalingga (ITBMP) dan PK IMM Abu Dardiri menggelar diskusi dalam rangka Hari Jadi ke 192 Kabupaten Purbalingga.

Diskusi yang melibatkan sejumlah mahasiswa di Purbalingga pada 25 Desember 2022 ini mengangkat tema “Refleksi Hari Jadi Purbalingga ke-192”.

Para mahasiswa menilai euforia Pemerintah Kabupaten Purbalingga terkait perayaan hari jadi, berbanding terbalik dengan keadaan masyarakat Purbalingga kini.

mahasiswa-itbmp-imm  Terkait Peningkatan IPM di Purbalingga, Begini Pendapat Mahasiswa Purbalingga WhatsApp Image 2022 12 28 at 18

Kenaikan IPM di Kabupaten Purbalingga masih sebatas kenaikan secara angka. Belum berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

“Enam proyek fisik yang diresmikan Ibu Bupati Purbalingga bertepatan dengan hari jadi Purbalingga ke 192, rasanya hanya akan menjadi seremonial belaka,” kata Kabid Hikmah PK IMM ITBMP Bayu Kisnandi.

“Jika, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Purbalingga masih saja rendah dan tetap mengalami tren penurunan dalam 10 tahun terakhir,” lanjutnya.

Advokasi dan Mediasi Masalah Sosial.

Forum diskusi tersebut bersepakat untuk menggelar pelatihan advokasi dan mediasi isu-isu kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita wajib resah menanggapi permasalahan yang ada saat ini, Purbalingga butuh mahasiswa yang kritis,” kata Bimba Valid Fathoni, mahasiswa S2 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

“Bukan untuk menghakimi pemerintah, karna semakin banyak mahasiswa kritis maka tata kelola di kabupaten ini semakin bagus,” imbuhnya.