BRALING.CO, PURBALINGGA – Angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Purbalingga harus mendapatkan penanganan yang lebih serius dan terstruktur.

Dina Kesehatan Purbalingga mencatat bahwa angka kematian ibu pada tahun mencapai 27 kasus, sementara angka kematian ibu tahun 2022 di Purbalingga sudah ada 6 kasus.

Untuk angka kematian bayi di Purbalingga pada tahun 2021 mencapai 137 kasus. Sedangkan untuk angka kematian bayi tahun 2022 di Purbalingga sudah ada 54 kasus.

Data tersebut terungkap ketika agenda Coffee Morning dalam rangka percepatan penurunan AKI – AKB, di Pendopo Dipokusumo, 10 Agustus 2022.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi meminta Dinas Kesehatan Purbalingga untuk mengevaluasi angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Purbalingga.

“Ternyata AKI/AKB di Purbalingga 70% bisa dicegah,” kata Bupati Tiwi dalam keterangan pers yang diterima braling.co.

“Jadi harusnya ada penanganan yang lebih baik dalam mencegahnya. Ini menjadi evaluasi kita bersama,” kata Bupati Tiwi.

Menurut Bupati Tiwi, evaluasi penting dilakukan, mengingat hasil audit menunjukan 25 kasus kematian ibu dari 27 kasus yang di tahun 2021 terjadi di rumah sakit.

“Ini harus dievaluasi, Pak. Karena ini menyangkut hidup matinya orang,” Bupati Tiwi menegaskan.

Bupati Purbalingga menilai sangat penting meningkatkan kualitas pelayanan serta sarana dan prasarana kesehatan.

Bupati Tiwi Minta Penanganan Angka Kematian Ibu dan Bayi Dievaluasi Menyeluruh 5 1 1024x683

Peran Penting Rumah Sakit dan Puskesmas.

Kabupaten Purbalingga harus memiliki rumah sakit Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK).

Serta adanya puskesmas yang sudah menerapkan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED).

“RSUD Goeteng sedang berprogres, demikian juga (RSIA) Ummu Hani,” kata Tiwi.

“Saya minta RSUD juga harus jadi prioritas, termasuk RSUD Panti Nugroho yang dikhususkan sebagai rumah sakit ibu dan anak, kalau tidak punya PONEK ngisin-isinaken,” katanya.

Dari 22 puskesmas di Kota Perwira, ada 13 puskesmas sudah mampu persalinan. Yang mana, 5 diantaranya sudah PONED.

“Harapannya 22 puskesmas ini kalau tidak PONED minimal bisa mampu melayani persalinan,” katanya.

Kepala Dinkes Kabupaten Purbalingga, dr Jusi Febrianto MPH mengungkapkan OPD sudah menempuh berbagai langkah untuk menekan AKI – AKB di Purbalingga.