BRALING.CO, PURBALINGGA – Bupati Purbalingga meminta pemerintah desa untuk fokus melakukan optimalisasi potensi yang ada di desa. Jangan membuat program yang cuma ikut-ikutan.

Menurut Bupati Dyah Hayuning Pratiwi masih banyak desa di Purbalingga yang dikembangkan melalui program-program yang sebatas ikut-ikutan desa lainnya.

“Misalnya di Desa A maju dengan pengembangan pariwisatanya, lalu ditiru oleh Desa lain yang belum tentu itu adalah potensi dari Desa B,” kata Bupati Tiwi.

Bupati Tiwi menegaskan hal itu ketika menanggapi paparan Organisasi Perangkat Daerah tentang capaian kinerja tahun 2021 dan rencana kerja serta inovasi tahun 2022, 11 Januari 2022.

Bupati Tiwi menilai, seharusnya pemerintah desa melakukan pemetaan potensi secara optimal, sehingga sumber daya yang dikeluarkan tidak akan sia-sia.

Dengan begitu, Pemerintah Kabupaten Purbalingga bisa lebih mudah melakukan intervensi atau membantu pengembangan potensi di desa.

Wahai Pemerintah Desa, Jangan Buat Program yang Cuma Ikut-ikutan 60fd7734 dc24 42fa b139 7ae990674e28 1024x768

Evaluasi Bumdes dan Bumdesma di Purbalinga.

Bupati Tiwi juga menyoroti pentingnya melakukan evaluasi terhadap Badan Usaha Milik Desa atau Bumdes dan Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma).

Bumdesma dan Bumdesma diharapkan benar-benar memberikan manfaat untuk masyarakat dan bisa melakukan pemberdayaan di tengah masyarakat.

“Saya minta Dinpermasdes untuk melakukan pendampingan, evaluasi terhadap Bumdes yang ada,” kata Bupati Tiwi.

“Karena jumlah Bumdes kategori maju di Purbalingga hanya 4 dari 224 Desa yang ada,” Bupati Tiwi mengungkapkan dalam keterangan pers yang diterima braling.co.

Mengenai hal tersebut, Kepala Dinpermasdes Purbalingga, Pandi telah menyiapkan dua langkah khusus dalam mendampingi desa dalam mengembangkan potensinya.

Pertama, pembentukan Bumdes dan Bumdesa yang berbadan hukum. Kedua, pembinaan lembaga kemasyarakat desa dan pengawalan penggunaan APBDes untuk kegiatan di desa.