BRALING.CO, PURBALINGGA – Kabupaten Purbalingga masih belum aman dari kasus penyalahgunaan narkotika.

Hal tersebut dibuktikan dari pengungkapan kasus peredaran sabu yang dilakukan Satresnarkoba Polres Purbalingga.

Polisi menangkap EA, 27 tahun, warga Desa Kalimanah Wetan, Kecamatan Kalimanah, karena kasus narkoba.

Polisi menangkap tersangka dan mengamankan barang buktinya di wilayah Kecamatan Kalimanah, beberapa waktu lalu.

Tersangka membeli sabu seberat 1 gram dari seseorang di Purwokerto seharga Rp 1,2 juta.

Sabu tersebut akan dijual kembali kepada seorang pemesan seharga Rp. 1,7 juta. Tapi, malah keburu diamankan polisi.

Kronologi Penangkapan Penjual Sabu.

Wakapolres Purbalingga Kompol Pujiono mengungkapkan hal tersebut ketika memberikan keterangan di Mapolres Purbalingga 21 Januari 2022.

“Barang bukti narkotika jenis sabu seberat kurang lebih 1,02 gram di dekat SPBU Kalimanah, Jumat 14 Januari 2022 malam,” jelas Wakapolres didampingi.

Pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba di Purbalingga, berawal saat polisi melakukan penyelidikan tindak pidana narkotika.

Saat itu, terdapat pemuda yang memiliki gerak gerik mencurigakan. Saat didekati, pemuda tersebut justru berusaha kabur.

“Tersangka sempat berusaha kabur menggunakan sepeda motor,” ungkap Kompol Pujiono.

“Selain itu, sempat membuang barang bukti sabu dalam bungkus rokok tidak jauh dari lokasi penangkapan,” imbuhnya.

Setelah berhasil diamankan, tersangka kemudian dibawa petugas ke lokasi tempat membuang barang bukti.

Ditemukan satu bungkus rokok yang didalamnya berisi paket sabu dalam plastik klip transparan.

Ancaman Hukuman Penjual Sabu.

Barang bukti berupa satu buah plastik klip transparan yang berisikan serbuk putih diduga narkotika jenis sabu seberat ± 1.02 gram, bungkus rokok warna Putih, satu telepon genggam, satu sepeda motor dan bukti transfer pembayaran senilai Rp 1,2 juta.

Tersangka dikenakan pasal Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (1) atau Pasal 127 ayat (1) huruf (a) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Ancaman hukumannya pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar