BRALING.CO, PURBALINGGA – Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian (PSEKP) Kementerian Pertanian RI memberikan dukungan pada industri gula kelapa di Purbalingga.

Dukungan terhadap produksi gula kelapa Kabupaten Purbalingga tersebut diberikan dengan menyalurkan bantuan 2.700 bibit kelapa kepada petani di Kota Perwira.

Jumlah itu terbagi untuk tiga Kelompok Usaha Bersama (KUB). Yakni KUB Desa Bojong, Pengalusan dan KUB Sentral Agro Lestari Desa Bumisari. Ketiganya berada di Kecamatan Mrebet.

Baca: Kementrian Koperasi dan UKM Dorong Pengembangan Bisnis Model di Sektor Pertanian

Kepala PSEKP Kementerian Pertanian, Sudi Mardiyanto berkata, bantuan bibit kelapa diharapkan bisa memboomingkan kembali pertanian kelapa. Yang mana, produksi dari daun, batang hingga buahnya memiliki nilai ekonomis.

“Apalagi Purbalingga memiliki basis produksi gula Kristal yang sangat bagus,” kata Sudi Mardiyanto dalam keterangan pers yang diterima Braling.

Bibit lokal tersebut merupakan bibit terstandarisasi dan bersertifikat. Sehingga bibit kelapa tersebut memiliki standarisasi keseragaman, daya tumbuh dan keunggulannya.

Bila ditanam sesuai dengan petunjuk teknisnya, pada umur 3,8 tahun sudah berbunga. “Bibit kelapa ini sangat cocok untuk mendukung produksi gula kelapa bubuk atau kristal,” kata Sudi Mardiyanto.

Kepala Dinas Pertanian, Mukodam menyebut, bantuan bibit kelapa tidak hanya membantu perluasan lahan produk gula kelapa organik, namun juga sebagai upaya peremajaan tanaman yang sudah berumur serta menjaga konservasi lingkungan.

sentra gula kelapa purbalingga  Industri Gula Kepala Purbalingga Harus Bisa Ekspor Tanpa Perantara P1090437 1024x683

Mendorong Ekspor Gula Kelapa Purbalingga.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi menyebut Kabupaten Purbalingga memiliki potensi pertanian khususnya produk gula kelapa Kristal organik yang telah mampu menembus pasar internasional.

Dengan adanya bantuan bibit pohon kelapa ini, Bupati Tiwi berharap produktifitas petani kepala bisa semakin meningkat.

“Saya mendorong lebih banyak petani yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) dapat melakukan ekspor secara langsung tanpa melalui perantara,” kata Bupati Tiwi.

“Bila ini bisa dilakukan tentu akan semakin besar hasilnya dan mampu mendukung kesejahteraan petani dan penderes,” kata Bupati Tiwi.

Usai ramah tamah, juga dilakukan penyerahan bantuan Laptop kepada Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kemangkon, bantuan bibit Manggis untuk KUB Sentral Agro Lestari dan bantuan pongkor dari KUB Central Agro Lestari kepada anggota.