BRALING.CO, PURBALINGGA – Pondok pesantren di Purbalingga berharap pemerintah bisa membantu meningkatkan kualitas ustadz dan santri ponpes.

Kualitas tersebut, tidak hanya dalam hal agama di lingkungan pondok pesantren saja, namun juga dalam bidang ekonomi dan skill.

Seperti, adanya pameran hasil karya para santri, hingga pelatihan administrasi bagi SDM pondok pesantren.

Pengasuh Ponpes Minhajut Tholabah Bukateja, Kyai H Ma’ruf Salim menyebut, Pemkab Purbalingga sudah memberikan dukungan bagi eksistensi ponpes di Purbalingga.

“Hanya satu yang perlu ditingkatkan adalah dari hal nonmaterial, yaitu bagaimana agar sumber daya santri atau para ustadz kualitasnya bisa naik,” kata Gus Salim.

Hubungan Pemkab dan Pondok Pesantren di Purbalingga.

Gus Salim juga menyebut bahwa hadirnya Peraturan Presiden (Perpres) No 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren menjadi angin segar untuk pondok pesantren. Sekaligus memperkuat hubungan ponpes dan pemerintah.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi melakukan follow up penerbitan Perpres No 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren dengan bertemu langsung dengan perwakilan pondok-pondok pesantren.

Bupati Tiwi berupaya menyerap masukan dari ponpes, supaya program Pemkab Purbalingga bisa terlaksana secara efektif dan efisien.

“Bapak Wakil Gubernur telah menindaklanjuti Perpres tersebut dengan penyusunan Perda, maka Pemkab Purbalingga juga akan menindaklanjutinya dengan Perda dan ini akan kami masukan ke dalam Prolegda tahun 2022,” kata Bupati Tiwi.

Bupati menegaskan, latar belakang disusunnya Perda tentang pesantren ini bukan karena desakan pihak tertentu tapi karena Pemkab Purbalingga yang tegak lurus.

Bupati menyebut, sebelum adanya Perpres tersebut Pemkab Purbalingga sudah memberikan perhatiannya kepada pondok-pondok pesantren.

Bukan Hanya Material, Pondok Pesantren Juga Butuh Hal Ini Dari Pemkab Purbalingga 7 2 1024x683

Program Pemkab Purbalingga untuk Pondok Pesantren.

Seperti hibah operasional ponpes 2 tahun sekali, pemberian honor bagi pimpinan ponpes setiap tahun serta menganggarkan bantuan honor guru ngaji/ustadz/ustadzah.

“Ada juga program pemberdayaan ekonomi santri. Berupa pelatihan, bantuan peralatan, tahun ini inshaallah ada lagi, bentuknya bukan pelatihan atau peralatan tapi bantuan dalam bentuk uang,” jelas Tiwi.

“Namun uang tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan ekonomi pemberdayaan ekonomi santri, ini dalam rangka pemulihan ekonomi daerah maupun nasional,” katanya.

Pemkab Purbalingga juga telah memprogramkan beasiswa penghafal Qur’an, bantuan material pondok atau tempat ibadah, umroh gratis bagi pimpinan ponpes dan Halaqoh 2 kali setahun.