BRALING.CO, SEMARANG – Pembelajaran tatap muka Jawa Tengah bisa dilakukan pada 30 Agustus 2021. PTM di Jawa Tengah tetap dilaksanakan secara terbatas.

Pembelajaran tatap muka Jawa Tengah di tahun 2021 ini mengacu Instruksi Menteri Dalam Negeri yang ditindaklanjuti dengan Instruksi Gubernur Jawa Tengah Nomor 10 Tahun 2021 tentang Implementasi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Level 3 dan Level 2 Corona Virus Disease di Provinsi Jawa Tengah, terkait pendidikan.

Baca: Senyawa Antimikroba dan Antibiofilm Mengantarkan Dosen Unsoed Purwokerto Meraih Gelar Doktor

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengizinkan sekolah melakukan pembelajaran tatap muka atau PTM terbatas di sekolah yang berada di daerah yang telah memasuki PPKM level 1,2 dan 3.

Untuk sekolah yang berada di daerah yang berstatus level 4, tetap tidak diperkenankan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.

“Pak Gubernur sudah membuat surat edaran yang menyatakan bahwa kalau suatu daerah kabupaten/kota yang masuk dalam level 4 maka pembelajaran tetap daring,” jelas Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Suyanta.

“Dan level 3 dalam aglomerasi level 4, maka dia pun masih daring. Untuk daerah kabupaten/kota yang level 2 dan level 3 itu dipersilakan untuk melaksanakan PTM terbatas,” kata Suyanta, 26 Agustus 2021

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah menegaskan tidak semua sekolah langsung bisa menerapkan PTM terbatas. Tetap ada prosesnya.

Tahapan pertama yang harus dilakukan sebelum melakukan PTM terbatas, sekolah harus pernah melakukan uji coba pembelajaran tatap muka terlebih dulu.

Jadi, Suryanta menjelaskan, sekolah yang belum pernah melakukan uji coba PTM atau simulasi PTM, harus menjalankan simulasi PTM dulu, antara satu hingga dua minggu.

Kalau hasilnya berjalan baik, maka sekolah bisa melakukan PTM terbatas. “Itu kata kuncinya,” kata Suryanta dikutip Braling dari situs Pemprov Jateng.

Syarat Melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka.

Supaya sekolah bisa melakukan uji coba PTM, juga ada persyaratannya. Seperti harus punya kesiapan dan menjalankan panduan pembelajaran dari Dinas Pendidikan.

Tahapan kedua yang harus dilalui yakni harus ada kesiapan sarana prasarana. Sedangkan tahap ketiga, pihak sekolah mutlak mendapatkan izin dari orang tua, gugus tugas kabupaten/ kota, dan pemangku wilayah, yaitu bupati/ wali kota, atau gubernur untuk jenjang SMA/SMK.

Suryanta menjelaskan, agar sekolah bisa melakukan uji coba pembelajaran tatap muka jawa tengah, juga harus ada rekomendasi Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota, dan verifikasi cabang Dinas Pendidikan.

“Sekolah yang sudah siap nanti harus mendapatkan izin dulu. Itulah pentingnya. Ini diatur, dikendalikan dalam rangka pengendalian Covid-19,” kata Suryanta.

“Jangan sampai, PTM terbatas ini menjadi klaster baru. Maka dinas lain termasuk Dinas Pendidikan harus patuh kepada pengendali, Gugus Tugas Covid setempat,” imbuhnya.

Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Jawa Tengah.

Penyelenggaraan PTM terbatas di Jawa Tengah yaitu sekolah harus membatasi jumlah siswa. Jika merujuk pada Inmendagri, PTM terbatas itu maksimum 50 persen.

Tapi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah membatasinya 30 persen. Tujuannya, kata Suryanta, supaya memunculkan rasa kehati-hatian.

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka Jawa Tengah juga memberlakukan durasi waktu yang terbatas. Jadi, uji coba PTM paling lama berjalan dua jam.

PTM terbatas maksimal tiga jam, serta berjalan tanpa istirahat. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng telah membuat pedoman PTM, antara lain meliputi jumlah siswa yang masuk secara total maksimum 30 persen.

Dalam satu ruang kelas diatur jaraknya minimal 1,5 meter, siswa masuk dengan tertib sesuai protokol kesehatan, langsung pulang, tidak ada kegiatan ekstra, serta tidak ada istirahat.

“Apakah besok Senin itu semua sekolah yang di (daerah) level 2 dan 3 bisa uji coba? Belum. Verifikasi dulu,” kata Suryanta menegaskan.

“Mendapat izin dulu dari gugus tugas, mendapat izin dari pemangku wilayah,” ujarnya.

uji ptm di jawa tengah pembelajaran tatap muka jawa tengah Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Bisa Dilaksanakan di Jawa Tengah, Cek Dulu Aturan Mainnya ilustrasi sekolah tatap muka pandemi

Evaluasi PTM Terbatas di Jawa Tengah.

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka Jawa Tengah di daerah level 1, 2, atau 3, akan tetap dievaluasi.

Apabila pada pekan berikutnya level wilayah tersebut naik menjadi level 4, maka sekolah harus tutup lagi atau tidak bisa meneruskan PTM.

“Wajib ditutup sampai nanti mendapatkan rekomendasi lagi dari gugus tugas setempat,” terang dia.

Dalam Ingub tertulis, daerah dengan level 2 yaitu Kabupaten Kudus dan Jepara. Berarti dua daerah ini yang bisa menjalankan pembelajaran tatap muka Jawa Tengah.

Level 3 ada 18 kabupaten/kota, yakni Kabupaten Wonosobo, Pekalongan, Magelang, Brebes, Pemalang, Grobogan,Tegal, Pati, Banjarnegara, Batang, Rembang, Semarang, Kendal, Demak, Blora, Temanggung, Kota Semarang, dan Kota Pekalongan.

Sementara, daerah level 4 ada 15 kabupaten/ kota Kabupaten Boyolali, Purbalingga, Wonogiri, Sukoharjo, Klaten, Kebumen, Banyumas, Sragen, Purworejo, Cilacap, Karanganyar, Kota Tegal, Kota Surakarta, Kota Salatiga, dan Kota Magelang.