BRALING.CO, PURBALINGGA – Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) menyebut bahwa pengembangan bisnis model penting bagi pertumbuhan pelaku usaha di sektor pertanian.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Teten Masduki menegaskan hal itu ketika berkunjung ke ladang pertanian Buncis Kenya di Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, 21 Agustus 2021.

Baca: Menteri Koperasi dan UKM: 42% UKM di Indonesia Sudah Terapkan Ekonomi Digital

Kemenkop dan UKM mendorong penerapan bisnis model demi memastikan budidaya berlangsung baik dan penyerapan produk pertanian juga terjamin.

Karena itu, Teten menilai bisnis model yang diterapkan Koperasi Max Yasa Purbalingga untuk produk buncis perlu dijadikan contoh bagi petani kecil lainnya untuk membangun corporate farming.

Sebagai informasi, Koperasi Max Yasa Purbalingga bekerjasama dengan 500 petani untuk mencukupi permintaan ekspor 750 Kg buncis kenya perhari ke Singapura.

Kemenkop dan UKM mendorong adanya bisnis model berformat koperasi. Yang mana akan menggarap dari hulu hingga hilir pertanian.

Artinya koperasi bekerjasama dengan perusahaan offtaker komoditi pertanian untuk menjamin permintaan pasar, sekaligus melakukan pendampingan petani dalam membudidayakan produk komoditi sesuai standar permintaan.

“Sehingga para petani tidak lagi memikirkan kemana harus menjual,” kata Teten Masduki di Purbalingga.

“Dengan bisnis model ini jadi koperasi akan mengerahkan petaninya menanam apa yang disesuaikan dengan permintaan pasar,” jelasnya.

Peran Local Hero di Sektor Pertanian.

Menurut Teten, dibutuhkan local hero untuk mewujudkan koperasi tersebut. Sedangkan Kemenkop dan UKM akan memperkuat pembiayaan pada koperasinya.

“Nggak cukup kita hanya memberikan subsidi pupuk, subsidi bibit, nggak cukup. Ini perlu kita bangunkan bisnis model,” kata Teten.

“Saya bersama LPDB berkomitmen untuk membantu. Kami akan kerjasama dengan para local hero yang sudah mulai membangun bisnis model di sektor pertanian yang tepat, untuk kita perbesar,” kata dia.

“Supaya petani itu ceritanya tidak terus menerus tentang kisah nestapa duka,” imbuhnya.

pertanian buncis ekspor di purbalingga  Kementrian Koperasi dan UKM Dorong Pengembangan Bisnis Model di Sektor Pertanian 5 2 1024x683

Sektor pertanian dinilai sangat potensial. Sektor pertanian di Indonesia menjadi salah ini tumbuh 12% di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang turun akibat Pandemi Covid-19.

Kini, Kemenkop dan UKM sedang mendorong berkembangnya koperasi petani pisang ekspor di Lampung dengan GGP sebagai offtaker dan kopi di Gayo dengan offtaker Starbucks.

Pertumbuhan Sektor Lain di Purbalingga.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menjelaskan Pemkab memiliki Perumda Puspahastama yang memungkinkan bisa menjadi perusahaan offtaker produk hasil pertanian di Purbalingga.

Bupati berkomitmen, bisnis model yang dianut Koperasi Max Yasa tidak hanya diaplikasikan di sektor pertanian, tapi juga akan coba diaplikasikan ke sektor-sektor yang lain.

“Oleh karena nya mohon bimbingan, dukungan, arahan dari bapak menteri, agar kami di Purbalingga bisa terus berbuat, berdedikasi bagi para teman-teman pelaku UMKM untuk membantu mereka,” katanya.