BRALING.CO, PURBALINGGA – Budaya literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis. Melainkan mengenai kemampuan memahami, berkreativitas dan berinovasi.
“Literasi itu luas. Semakin tinggi indeks literasi masyarakat, maka bisa membangun sebuah negara,” kata Kepala Perpusnas, drs M Syarif Bando MM.

Syarif Bando mengatakan hal itu di International Webinar bertajuk “Literacy in Pandemi Era”. Perpustakaan Surya Cendikia SMA Negeri 1 Bobotsari menggelar seminar virtual tersebut 13 Juli 2021.

Guru Harus Mengubah Pola Pembelajaran.

Selain Syarif Bando, pembicara yang hadir yakni Profesor Maria Teresia Mattingly dari (Saminole State Collage Florida), Riyani Indriyati MA MS (Founder Dahuni Foundation), Suyanta SPd MPd (Sekretaris Dindikbud Jawa Tengah dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Maria menjelaskan, peran guru sangat penting dalam membangun budaya belajar dan literasi. Apalagi pandemi ini telah mengubah pola pembelajaran.

“Kesabaran dan fleksibilitas menjadi hal yang penting bagi guru dalam pembelajaran virtual,” kata Maria.

Para guru, lanjut Maria, bisa membangun proses belajar yang menyenangkan di antaranya dengan membangun komunitas belajar yang melibatkan guru dan siswa.

Kemudian, penting bagi guru untuk mengubah bahasa mengajar, yang semula bahasa lisan menjadi bahasa teks. Dengan begitu, materi pembelajaran tetap bisa dipahami dengan baik.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga menegaskan pentingnya budaya literasi bagi dunia pendidikan di Jawa Tengah. Budaya literasi penting supaya dunia pendidikan mampu menjawab tuntutan zaman.

“Seminar semacam ini penting bagi guru-guru kreatif. Gerakan seperti ini, keren,” kata Ganjar Pranowo.

Guru Berperan Penting Tumbuhkan Budaya Literasi di Era Pandemi Screenshot 20210719 081149 1024x512

Guru Harus Bisa Jadi Idola Siswa.

Dalam seminar tersebut, Ganjar berkata, pemahaman budaya literasi dan adanya guru yang kreatif akan mendorong siswa lebih aktif belajar.

“Guru tidak hanya di grup whatsapp ‘nih tugas, nanti dikumpulin’. Kita ingin melihat gurunya seperti artis idola. Yang dirindu. Siswa antusias untuk belajar,” Ganjar menegaskan.

Guru penting mencari solusi pembelajaran di era pandemi seperti ini. “Cari sampai ke ujung dunia. Pola pembelajarannya, jangan cuma seperti-seperti ini saja. Jangan sambat saja,” kata Ganjar.

Kepada Braling, Kepala Perpustakaan Surya Cendikia SMA Negeri 1 Bobotsari, Triawati Agusnila SPd MPd berharap para guru dan pustakawan bisa terinspirasi untuk menemukan cara terbaik menumbuhkan budaya literasi di lingkungannya.

“Sehingga di era pandemi ini, kecerdasan berliterasi tetap menjadi kebutuhan,” kata Agusnila.