BRALING.CO, PURBALINGGA – Seorang ibu rumah tangga tersangkut kasus kriminal di Purbalingga, karena menggadaikan sepeda motor pinjaman tanpa izin.

Perempuan yang menggelapkan sepeda motor tersebut berinisial WT, 28 tahun. Warga Desa Kradenan, Kecamatan Mrebet.

Baca: Empat Orang Ditangkap Ketika Sedang Pesta Sabu di Bojanegara, Begini Cara Mereka Pesan Narkoba?

“Modus yang dilakukan yaitu berpura-pura meminjam sepeda motor untuk mengantar nenek dan kakeknya,” kata Kabag Ops Polres PurbaIingga Kompol Pujiono, 26 Juli 2021.

“Akan tetapi sepeda motor tidak dikembalikan bahkan digadaikan ke orang lain,” jelas Kompol Pujiono ketika memberikan keterangan didampingi Kasubbag Humas Iptu Muslimun dan Kanit Reskrim Polsek Bobotsari Aipda Toni Wijaya.

Pelaku melakukan aksi kriminal di Purbalingga tersebut 11 Juli 2021. Ia meminjam dan tidak mengembalikan sepeda motor milik Johari, 37 tahun yang tinggal di Desa Gandasuli, Kecamatan Bobotsari.

“Atas kejadian itu, korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Bobotsari. Selanjutnya dilakukan upaya penyelidikan hingga berhasil mengamankan tersangka,” jelas Kabag Ops dalam keterangan yang dikutip Braling.

Perempuan tersebut diamankan bersama sepeda motor milik korban yakni Suzuki Hayate bernomor R-6139-JL dan uang senilai Rp 1 juta, 13 Juli 2021.

Sepeda motor tersebut digadaikan sebesar Rp 1 juta kepada orang lain di wilayah Desa Cendana, Kecamatan Kutasari.

Tujuan Melakukan Kriminal di Purbalingga.

“Tersangka merupakan residivis kasus yang sama dan pernah menjalani hukuman pada tahun 2016,” ungkap Kabag Ops Polres Purbalingga.

“Dari pengakuan tersangka tahun ini ia sudah melakukan kejahatan serupa di dua lokasi yaitu di wilayah Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Kebumen,” jelasnya dikutip dari Tribrata News Polres Purbalingga.

Berdasarkan pengakuan tersangka, ia melakukan aksi penggelapan sepeda motor karena membutuhkan uang untuk bersenang-senang. Tapi, aksi kriminal di Purbalingga tersebut berhasil diungkap.

Tersangka kriminal di Purbalingga itu dikenakan pasal 378 KUHP tentang Penipuan atau 372 KUHP tentang Penggelapan. Dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.