BRALING.CO, PURBALINGGA – Pemuda Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet memutuskan untuk menyatukan semangat sosial dan ekonomi dalam sebuah produk. Wos Cipaku, namanya.

Pemuda desa meluncurkan produk pangan dengan kemasan modern tersebut demi menjawab tantangan kemiskinan yang masih menjerat sebagian warga di Desa Cipaku, Kecamatan Mrebet.

Baca: Industri Logam Purbalingga Akan Terus Berkembang, Dua Perusahaan Mulai Supply Spare Part Otomotif

Ketua Karangtaruna Trigantara Desa Cipaku, Dheny Fedianto mengatakan, Wos Cipaku merupakan produk kerjasama Karangtaruna Trigantara, Desamind dan Zahira Mitra Syariah.

Konsepnya, Wos Cipaku bukan semata bisnis. Namun, juga punya semangat memberdayakan petani serta donasi Rp 400 perbungkus ke warga tidak mampu melalui Komunitas Cipaku Peduli.

Wos Cipaku telah dijual sejak awal tahun 2021. “Sementara, penjualan masih fokus internal desa. Tapi kedepan, kami akan berupaya mengembangkan pasar,” kata Dheny kepada Braling.

Kini, penjualan Wos Cipaku dijalankan dengan satu wilayah RW terdapat satu agen. Yang mana, agen tersebut menjual beras Wos Cipaku dengan ukuran 2,5 Kg, 3 Kg dan 5 Kg.

Tantangan Produksi Wos Cipaku.

Potensi produksi beras di Desa Cipaku yang besar menjadi hadirnya produk beras yang mengusung tagline “Higinis, Alami, Tanpa Pengawet” ini.

“Kualitas beras Cipaku itu sangat bagus. Tapi pasca panen yang kurang bagus. Jadi, kualitas kurang terjaga,” kata Dheny mengungkapkan.

Menurut Kusyono, Bagian Produksi Wos Cipaku, tantangan Wos Cipaku adalah menjaga kualitas beras sesuai dengan standar produk yang telah ditetapkan.

Karena itulah, pengelola unit usaha di bawah Karangtaruna Trigantara sedang berupaya menyosialisasikan kepada petani mengenai pentingnya pengolahan pasca panen untuk menjaga kualitas beras Wos Cipaku.

“Sekarang kan konsumen sangat melihat kualitas beras. Mereka tidak mau dengan beras yang kurang putih dan remuk,” kata Kusyono, Bagian Produksi Wos Cipaku.

agen penjualan wos cipaku wos cipaku Wos Cipaku dan Semangat Pemuda Desa Cipaku Mengurai Benang Kusut Kemiskinan Desa WhatsApp Image 2021 05 05 at 18

Menjaga Stok Beras Wos Cipaku.

Sebagai informasi, penjualan beras Wos Cipaku sudah mencapai Rp 2-3 Ton perbulannya. Namun, produk beras asli Cipaku baru 50% yang sesuai dengan spesifikasi Wos Cipaku.

Karena itu, Wos Cipaku masih mengambil beras dari kabupaten di sekitar Purbalingga. Hal itu terpaksa dilakukan untuk menjaga stok Wos Cipaku, sehingga kebutuhan konsumen bisa terpenuhi.

Akan tetapi, dengan seiring peningkatan kualitas produk beras asli Desa Cipaku, nantinya Wos Cipaku akan lebih fokus pada beras dari Desa Cipaku.