BRALING.CO, PURBALINGGA – Pasar digital bisa menjadi solusi ampuh untuk terus menggerakan roda ekonomi masyarakat desa di tengah pandemi yang terus berkepanjangan.

CEO Pasar Desa, M Sholahuddin mengatakan, pasar digital level desa bisa membantu penjualan produk di warung. Meskipun penjual dan pembeli tidak bisa bertatap muka secara langsung.

Baca: Kominfo Hadirkan Gerakan Nasional Literasi Digital, Purbalingga Punya Target 35.102 Peserta

Sholahuddin mengungkapkan hal itu di webinar Gerakan Nasional Literasi Digital dengan tema “Peran dan Fungsi e-Market dalam Mendukung Produk Lokal”, 15 Juni 2021 kemarin.

Selain Sholahuddin, narasumber yang lain adalah M. Mustafied dari LPM Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Agus Supriyo dari direktur Marketing PT Bernas Jogja, Bangkit Wismo dari content creator, dan Decky Tri selaku key opinion leader.

Sebagai informasi, Pasar Desa merupakan aplikasi marketplace yang dikembangkan Pemerintah Desa Panggungharjo, DIY. Aplikasi jual-beli ini dikembangkan di awal pandemi.

“Pasar Desa merupakan platform berjualan yang lahir dari kondisi terdesak oleh Covid-19. Bagaimana agar produk yang ada di warung milik warga, yang tertahan karena covid tetap jalan pada saat pandemi,” ujar

Pengembangan Pasar Digital UMKM di Indonesia.

Menurut dia, sekalipun pasar digital atau e-market bisa menjadi ruang alternatif di waktu pandemi, budaya masyarakat menjadi kunci dari eksistensi e-market di desa.

“E-market harus selalu dilatih, diujicobakan, dievaluasi. Biasanya kendala terkait digital ini, e-market cenderung hanya ada di kota-kota besar saja,” ungkapnya.

“Budaya bertransaksi kita meski tinggi, namun kalau dipersentase kurang dari 20 persen yang telah membeli produk fisik secara online,” ujarnya.

pasar digital Pasar Digital untuk Menggerakan Ekonomi Masyarakat Desa di Tengah Pandemi StockSnap IICCKBVCXV 1024x683
Photo by Stock Snap

BUMDes Menjadi Motor Penggerak E-Market di Indonesia.

“Masalah utamanya, masyarakat kita itu masih tradisional. Dalam artian kalau mau beli itu ingin merasakan produknya secara fisik,” imbuh dia

Sholahuddin menambahkan, BUMDes yang ada di desa bisa menjadi motor penggerak untuk membentuk rantai ekonomi yang bagus.

“E-market menjadi platform penjualan. BUMDes bisa berperan sebagai supplier atau brand owner, masyarakat sebagai reseller, kemudian pembeli. Kehadiran e-market berada di tengah-tengahnya yang menjembatani rantai tersebut,” kata Sholahuddin tentang pasar digital atau e-market.