BRALING.CO, PURBALINGGA – Dekranasda dan Pemkab Purbalingga menargetkan enam produk sebagai produk andalan dari Kabupaten Purbalingga.

Enam produk tersebut yakni nanas, makaroni, blangkon soedirman, sapu glagah, batik dan kopi.

Ketua Dekranasda Kabupaten Purbalingga, Rizal Diansyah mengatakan produk unggulan tersebut dipilih berdasarkan empat kriteria.

“Kriterianya iconic, ketersediaan bahan baku, Sumber Daya Manusia (SDM), dan kapasitas produksi,” kata Rizal saat Rakor Dekranasda di Ruang Rapat Bupati, 90 April 2021.

Produk Unggulan Kuliner Purbalingga.

Rizal menjelaskan, nanas dipilih karana ketersediaan bahan baku yang melimpah dan sudah tersedia produk-produk olahan nanas.

“Bagaimana olahan nanas ini tahan lama, karena sayang apabila potensi nanas ini tidak menjadi unggulan Purbalingga,” kata Rizal menyebut tantangan produk nanas.

Makaroni menjadi produk yang penjualannya terbanyak di toko-toko modern. Begitu pula dengan produsen makaroni yang sudah banyak bermunculan.

“Makaroni ini menjadi pilihan dan sudah terbeli secara nyata. Makaroni ini juga akan dipasarkan di Banyumas Raya, jadi produk ini sudah diakui,” Rizal menjelaskan.

Potensi Blangkon Soedirman.

Sementara mengenai blankon soedirman, Rizal menjelaskan bahwa produk ini bisa menjadi icon Purbalingga karena kekhasan. Blangkon soedirman sudah semestinya menjadi kebanggaan masyarakat Purbalingga.

“Jadi ketika ada tamu dari luar yang datang ke Purbalingga bisa memakai blangkon ini, ini potensial dan harus dikembangkan juga,” lanjutnya.

Tentang sapu glagah, Rizal menyebut jika kedepan perlu adanya pelatihan untuk membuat sapu glagah.

“Bagaimana kualitas sapu glagah ini bisa ditingkatkan, jangan sampai kita kirim bahan bakunya ke luar daerah,” kara Rizal

“Yang harus diperhatikan bagaimana petani dibekali pelatihan untuk memproduksi sapu setelah panen glagah,” imbuh Rizal.

Sementara mengenai Batik Purbalingga, Rizal ingin agar batik Purbalingga mempunyai ciri khas yang kuat.

“Kita punya Wastralingga yang mewadahi semua pengrajin batik di Purbalingga tapi kita belum memiliki ciri khas Batik Purbalingga, ini yang harus dipikirkan batik Purbalingga akan seperti apa,” tuturnya.

Memilih Produk Unggulan Purbalinga.

Rizal mengatakan, kopi mulai bergeliat dan banyak bermunculan berbagai jenis kopi di Purbalingga.

“Nantinya bagaimana kopi ini menjadi icon tanpa ada label atau merek dari kopi tersebut tapi bagaimana memunculkan varietas kopi khas Purbalingga itu apa,” kata Rizal.

Dekranasda Purbaliangga akan menjadi wadah untuk mengayomi produk-produk yang ada di Purbalingga, yang mana bisa dikembangkan menjadi produk unggulan.

“Kami ingin bagaimana menciptakan produk unggulan Purbalingga sebagai salah satu icon Purbalingga dan nantinya bisa berdampak bagi masyarakat terutama penyerapan tenaga kerja serta meningkatkan perekonomian masyarakat,” kat Rizal.