BRALING.CO, PURBALINGGA – Tingkat kemiskinan yang masih tinggi membuat Pemerintah Kabupaten Brebes melakukan studi banding ke Kabupaten Purbalingga.

Hingga sekarang ini, tingkat kemiskinan di Kabupaten Brebes masih mencapai 17,03%. Sementara tingkat kemiskinan di Purbalingga mencapai 15%.

“Kami ke sini mau mencari ilmu supaya bisa menurunkan kemiskinan di Kabupaten kami,” kata Wakil Bupati Brebes, Narjo.

Baca: Menteri Koperasi dan UKM: 42% UKM di Indonesia Sudah Terapkan Ekonomi Digital

Pertemuan dua pemkab itu dilaksanakan di Ruang Rapat Bupati Purbalingga, 15 Maret 2021.

“Kami ingin merguru ke Kabupaten Purbalingga karena di sini ada aplikasi kerjasama pemerintah dengan penyedia layanan Bukalapak dalam program Tuka-Tuku,” kata Narjo menjelaskan.

“Langkah-langkah apa yang harus ditempuh sehingga bisa meningkatkan ekonomi para pelaku UMKM,” imbuh Wabup Brebes itu.

Kebangkitan sektor UMKM penting di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Karena banyak pelaku UMKM di Brebes yang gulung tikar karena kurang modal dan minim penjualan.

Selain Tuka-Tuku, Pemkab Brebes juga tertarik terhadap kebijakan Pemkab Purbalingga dalam meningkatkan kelas para UMKM.

Di antaranya mengenai program subsidi bunga, Kredit Mawar (bunga 0%), fasilitasi packaging produk, kerjasama pemasaran dengan Alfamart dan Indomaret.

Program Fasilitas Pelaku UMKM.

Pada pertemuan itu, Bupati Purbalingga mengakui, membangkitkan sektor UMKM merupakan salah satu solusi untuk menanggulangi kemiskinan dan pengangguran.

“Melalui Tuka-Tuku Pemda memfasilitasi berbagai hal untuk produk UMKM di Purbalingga yang disediakan di Tuka-tuku,” kata Bupati Dyah Hayuning Pratiwi.

“Mulai dari memfasilitasi tampilan produk di etalase digital, menyediakan ruang pamer UMKM, ruang stok, packing, branding, memberikan fasilitasi customer service yang dijalankan oleh Kampung Marketer dan mendekatkan jasa pengiriman,” katanya.

Para pelaku UMKM yang turut serta menjual produknya di Tuka-Tuku juga terdorong untuk terus meningkatkan kualitas maupun kuantitas produknya.

Sudah Ada 1.322 Transaksi di Tuka-Tuku.

Di dalamnya terdapat persyaratan ketat mutu produk, selain itu ketersediaan harus terus ada dan harus mampu melayani permintaan dengan jumlah yang cukup.

“Omset total Tuka-Tuku sejak MoU dengan Bukalapak tanggal 31 Agustus 2019 sampai 15 Maret 2021 sekarang sebesar Rp 314.896.600 dengan 1.322 transaksi,” ungkap Bupati Tiwi.

“Didorong juga oleh Bupati melalui surat edaran agar seluruh instansi di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga dan jajaranya dihimbau untuk belanja di Tuka-Tuku,” katanya.

Bupati Tiwi juga mengungkapkan harapannya bisa studi banding ke Kabupaten Brebes. Terutama terkait program Gerakan Kembali Ke Sekolah (GKB).

“Program tersebut sangat positif jika diterapkan di Purbalingga khususnya dalam rangka peningkatan IPM (Indeks Pembangunan Manusia),” katanya.