BRALING.CO, PURBALINGGA – Anak-anak penyandang tuna rungu di Kabupaten Purbalingga mendapatkan bantuan alat bantu dengar.

Bantuan itu diberikan Dompet Dhuafa Purwokerto melalui Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi di Ruang Pringgitan Pendopo Dipokusumo, 3 Maret 2021.

Baca: Bupati Tiwi Siapkan Kartu Prakerja dan Santunan Kematian, Bagaimana Mekanisme Pendataannya?

Mereka yang menerima ialah Azura Sabrina Khairi dari Desa Pekiringan, Ikhya Tamamul Khuluq dari Desa Kramat, dan Defis Defana Putra dari Desa Kembangan.

“Kita pilih anak-anak yang masih sekolah harapannya memang bisa dukung mereka bisa berprestasi, minimal tidak menjadi beban keluarga atau beban negara ke depannya,” kata Menejer Area Dompet Dhuafa Wilayah barlingmascakeb, Titi Ngudiati.

Dompet Dhuafa memberikan alat bantu dengar ini setelah bekerjasama dengan produsen alat tersebut dari Kanada dan Jerman.

Sejauh ini, baru sekitar 10% penyandang disabilitas tuna rungu di Kabupaten Purbalingga yang bisa dibantu Dompet Dhuafa.

“Data tuna rungu di Kabupaten Purbalingga tahun 2016, yang sudah screening ada 250,” jelas Titi.

“Itupun belum termasuk yang belum screening. Rata rata mereka mengalami gangguan pendengaran dari sedang hingga berat,” katanya menambahkan.

Kampanye Peduli Anak Tuna Rungu.

Maka itu, Dompet Dhuafa mengajak Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi untuk meluaskan kampanye kepedulian terhadap anak-anak tuna rungu di Purbalingga.

Karena pada dasarnya mereka punya potensi yang sama dengan anak pada umumnya dan menyemangati mereka bahwa mereka punya kesempatan yang sama dengan anak-anak yang lain.

Bupati Dyah Hayuning Pratiwi mengucapkan terimakasih kepada Dompet Dhuafa dan donatur yang telah membantu warga Purbalinga.

“Kepada penerima semoga bantuan dapat bermanfaat dan dimanfaatkan dengan baik semoga nambah semangat dan motivasi belajar,” katanya.