BRALING.CO, PURBALINGGA – Revitalisasi pasar hingga pertumbuhan produk lokal menjadi instrumen penting dalam proses pemulihan ekonomi di Kabupaten Purbalingga.

Maka itu, Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Purbalingga untuk terus berinovasi.

“Banyak kerja telah dilakukan baik di sektor perdagangan maupun industri, termasuk tugas besar relokasi pedagang PKL ke Purbalingga Food Center dengan tertib dan kondusif,” kata Bupati Tiwi.

Baca: Inspektorat Daerah Purbalingga Meraih Sertifikat APIP Level 3

“Kita harus terus tingkatkan kinerja itu dengan inovasi-inovasi baru,” imbuh Bupati Tiwi ketika Apel Kerja di kantor Dinperindag Purbalingga, 29 Maret 2021.

Dalam lima tahun terakhir, Bupati Purbalingga menilai Dinperindag telah melakukan upaya yang baik dalam sejumlah program.

Mulai dari proses revitalisasi terhadap 13 pasar rakyat, pembangunan sentra industri Logam (LIK Logam) dan sentra industri batok kelapa di Kelurahan Purbalingga Wetan hingga mendorong gula kelapa melakukan ekspor ke manca negara.

Pasar dan Sentra Industri Purbalingga.

Bupati Tiwi mengakui banyak target yang tidak tercapai di tahun 2020 kemarin, karena pandemi covid-19. Tetapi situasi ini tidak hanya terjadi di Purbalingga.

Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Purbalingga di tahun 2020 minus 1,23 persen. Sementara pertumbuhan ekonomi di Jawa tengah -3,93% dan nasional -3,43%.

“Kondisi ini mengharuskan program-program pemulihan ekonomi yang sudah dijalankan khususnya oleh Dinperindag untuk terus dilanjutkan,” katanya.

Beberapa program yang harus ditangani maksimal ialah revitalisasi Pasar Bukateja dan tahun 2022 giliran revitalisasi Pasar Badog di Bancar.

“Saya ingin program revitalisasi pasar tidak hanya untuk pasar milik pemda tetapi merambah pada pasar-pasar milik desa,” pintanya.

Kemudian, membangun sentra industri gula kelapa, sapu glagah, sentra industri kain antihan atau sentra industri jamu gendong.

“Dinperindag mesti menjalin komunikasi dengan desa agar potensi-potensi yang ada di desa mampu kita bantu untuk menggerakan ekonomi masyarakat setempat,” Kata Bupati Tiwi.

Program Khusus di Tiga Pasar.

Sedangkan mengenai keberlanjutan pembangunan Purbalingga Food Center (PFC), Bupati Purbalingga juga berharap bisa dana yang ada bisa dimanfaatkan secara maksimal.

“Saya ingin pembangunan PFC tidak perlu dibuat megah tapi anggaran itu bisa digunakan seluas-luasnya untuk menjawab kebutuhan PKL yang selama ini belum tertangani,” tegasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinperindag Purbalingga, Johan Arifin mengungkapkan, Dinperindag Purbalingga akan memberlakukan elektronifikasi layanan pasar.

Di antaranya dengan menerapkan e-Retribusi dan mewujudkan Pasar Tertib Ukur Tahun 2023 di Pasar Bukateja, e-Parkir di Pasar Segamas hingga menjadikan Lantai 2 di Pasar Bobotsari sebagai pusat perdagangan HP Second.

Usai Apel Pagi, Bupati Tiwi menyerahkan bantuan kendaraan bermotor roda tiga untuk pengangkut sampah untuk UPTD Pasar wilayah I, II dan III.