BRALING.CO, PURBALINGGA – Bupati Purbalingga berharap orang tua tidak mengandalkan kekerasan ketika mendidik anak yang dinilai mereka nakal.

“Apapun kekerasan terhadap anak tidak diperkenankan,” kata Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi.

“Kami menghimbau kepada seluruh orang tua yang ada di Purbalingga untuk bisa memberikan pembinaan yang selayaknya kepada anak-anak kita, pembinaan yang bisa diterima,” katanya.

Baca: Program “Bupati Tilik Desa” Akan Kembali Digelar, Tapi Akan Menyesuaikan Situasi Pandemi Covid-19

Bupati Tiwi mengatakan hal iti ketika bertandang ke rumah nenek dari RF di Desa Patemon, Kecamatan Bojongsari. Bupati Tiwi sudah bertemu RF dan ibunya.

Seperti diketahui, RF merupakan anak dari Desa Kalimanah Kulon, Kecamatan Kalimanah yang mendapatkan kekerasan dari ayahnya, AA. RF diikat di rumah sehingga tidak bisa keluar rumah selama tiga hari.

RF mendapatkan hukuman tersebut karena ulah kenakalannya. Karena kejadian itu, RF kini menginap di rumah neneknya di Patemon, sedangkan AA dilaporkan ke polisi.

Walau begitu, Bupati Tiwi tetap menilai orang tua tetap bisa memberikan pelajaran atas kenakalan anak sebaiknya dengan cara yang manusiawi dan masih bisa diterima.

Bupati menyebutkan bahwa kekerasan terhadap anak akan berdampak pada karakter anak yang bisa menjadi keras dan suka kekerasan.

“Harapannya ini bisa menjadi pelajaran bagi seluruh orang tua di Purbalingga. Ke depan saya harap kekerasan anak tidak terjadi lagi,” kata Bupati Tiwi.

Pendampingan Psikologis Anak.

Ketika kunjungan Bupati Purbalingga dan Dinas Sosial Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsosdalduk KBPPPA) Purbalingga, mendapati RF masih dalam keadaan biasa-biasa saja dan tidak menunjukan ekspresi trauma.

“Langkah awal kita pemulihan psikis, kelihatannya si tidak ada trauma tapi yang namanya anak pasti tetap ada trauma,” jelas Liana Widyawati, Pendamping Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Harapan Dinsosdalduk-KBPPPA Purbalingga.

“langkah awal secepatnya kita akan lakukan pemeriksaan psikologis untuk pemulihan trauma,” kata Liana menambahkan.