BRALING.CO, PURBALINGGA – Bupati Purbalingga meminta penggunaan dana APBD Purbalingga Tahun 2021 bisa digunakan dengan cermat, sehingga bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya instruksikan kepada para pimpinan OPD, camat dan lurah agar segera mempersiapkan pelaksanaan kegiatan yang menjadi tanggungjawabnya masing-masing,” pesan Bupati Dyah Hayuning Pratiwi.

Baca: Purbalingga Dapat 5000 Dosis Vaksin Covid-19 di Tahap 1, Ketua DPRD menjadi yang Pertama Vaksinasi

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi dan ketua DPRD, Bambang Irawan menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) Tahun Anggaran 2021 kepada Kepala SKPD secara virtual.

Penyerahan simbolis DPA SKPD Tahun Anggaran 2021 diserahkan Bupati Tiwi kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja, Camat Padamara dan Lurah Mewek Kalimanah di ruang rapat bupati, 25 Januari 2021.

“Mulai dari sekarang, setelah menerima DPA segera cermati program kegiatan yang ada dalam DPA, termasuk anggaranya dan aturan yang harus dipedomani,” kata Tiwi.

Penyerahan DPA SKPD merupakan tindak lanjut ditetapkannya APBD Kabupaten Purbalingga 2021, pada 23 Desember 2020 dalam sebuah Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2020.

Kemudian dijabarkan dalam Peraturan Bupati Nomor 104 Tahun 2020.

Program Strategis di Tahun 2021

Kegiatan penyerahan DPA SKPD menjadi hal yang penting dan strategis, sebagai langkah awal dimulainya pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Purbalingga.

Pemkab Purbalingga telah mengalokasikan dana ke beberapa program prioritas, demi menangani dampak Pandemi Covid-19.

Yakni pengembangan sumberdaya lokal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pemenuhan kebutuhan dasar secara berkelanjutan, mewujudkan sumberdaya manusia yang berdaya saing, pembanguan infrastruktur untuk mendorong recovery ekonomi dan kelima peningkatan kualitas pelayanan publik.

Baca: Kemenhub Segera Tancap Gas Bangun Terminal Tipe A Bobotsari, Ini Loh Fasilitasnya

Ketua DPRD Purbalingga, Bambang Irawan meminta tidak ada lagi pembangunan fisik di Kabupaten Purbalingga yang terkendala karena perencanaan yang kurang matang.

“Berapa rupiah yang digunakan untuk perencanaan selama ini. Karena dari sejumlah permasalahan pembangunan fisik, baik jalan, gedung maupun lainnya, titik central masalahnya ada di perencanaan.” tuturnya.

DPRD Purbalingga berharap, kegiatan yang memakai dana APBD 2021, bisa dikerjakan dengan perencanaan yang serius dan matang.

Kondisi Keuangan Daerah Purbalingga.

Kepala Bakeuda Subeno mengungkapkan, APBD Kabupaten Purbalingga Tahun Anggaran 2021 terdiri dari pendapatan Rp 1,9 T, belanja senilai Rp 2,0 T.

Sedangkan penerimaan pembiayaan senilai Rp 53 M dan pengeluaran pembiayaan mencapai Rp 12 M.

Bila dibandingkan APBD Murni Tahun Anggaran 2020, pendapatan daerah di tahun ini mengalami penurunan sebesar Rp. 66 M atau 3,28%, sedangkan belanja daerah turun Rp. 78 M atau 3,76%.

Penurunan ini diakibatkan pandemi covid-19 yang melanda sejak tahun 2020 dan telah berdampak pada penurunan sektor-sektor ekonomi.