BRALING.CO, PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga akan melakukan normalisasi Sungai Ranu, sebagai upaya untuk mengurangi risiko banjir di Desa Cilapar dan Penolih, yang ada di Kecamatan Kaligondang.

Seperti yang diketahui, banjir kembali melanda dua desa tersebut, 12 Januari 2020. Hujan deras membuat Sungai Ranu meluapkan air ke pemukiman warga, hingga ketinggian satu meter.

Baca: Persiapan Distribusi Vaksin Sinovac di Purbalingga, Seperti Ini Rencana Dinas Kesehatan

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi menjelaskan, normalisasi Sungai Ranu dilakukan demi meningkatkan daya tampung sungai. Sehingga, tidak ada luapan air sungai ke pemukiman warga.

“Penanganan setelah surut akan dilakukan oleh DPUPR sambil kita bantu alat berat untuk normalisasi sungai. Namun untuk penanganan cepat sementara akan dipasang sand bag dulu untuk menahan air meluap,” kata Bupati Tiwi.

Kepala Desa Cilapar, Somlikhun menjelaskan, banjir tidak hanya merendam rumah warga, namun juga merendam 50 hektare lahan pertanian, dan merusak jalan desa hingga sepanjang 80 meter.

“Warga masih bertahan di rumah masing-masing. Ketika mereka ingin mengungsi, sudah kami sediakan kantor balai desa dan gedung khusus pengungsian yang sudah kami siapkan di RW 003,” katanya.

penanganan bencana purbalingga normalisasi sungai ranu demi banjir tak lagi melanda cilapar dan penolih Normalisasi Sungai Ranu Demi Banjir Tak Lagi Melanda Cilapar dan Penolih 1 1 1024x576

Memberikan Bantuan Paket Sembako.

Bupati Purbalingga dan jajarannya sudah mengecek kondisi banjir di Desa Cilapar dan Penolih. Pemkab juga memberikan bantuan paket sembako untuk warga terdampak banjir.

Rinciannya, paket sembako untuk 80 kepala keluarga yang terdampak genangan banjir di Dusun I dan II di Desa Cilapar. Kemudian, paket sembako untuk 83 kepala keluarga di Dusun II, III dan IV di Desa Penolih.

“Semoga bantuan ini meringankan beban masyarakat yang terdampak, mengingat banjir tersebut menghambat kegiatan ekonomi masyarakat,” kata Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi.

Kepala Desa Penolih, Sosro Purnomo berkata, warga yang terdampak banjir sebagian masih bertahan dan sebagian mengungsi di rumah saudaranya.

“Semoga bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat kami yang terdampak banjir,” kata Sosro dikutip dari keterangan pers yang diterima Braling.