BRALING.CO, PURBALINGGA – Harga rumah terus mengalami kenaikan sekalipun di musim pandemi virus corona. Padahal, selama ini harga rumah juga sudah sulit dijangkau.

Tidak sedikit keluarga di Indonesia yang niatnya memiliki rumah tertunda lantaran kesulitan membeli properti hunian.

Baca: Instrumen Investasi yang Diprediksi Bakal Moncer di Tahun 2021

Braling akan bagikan tips cerdas membeli rumah lewat KPR. Tips dari Lifepal ini dikutip dari kontan.co.id.

1. Pahami kemampuan mencicil rumah.

Memahami kemampuan finansial dalam mencicil rumah menjadi hal yang sangat krusial ketika akan membeli rumah idaman menggunakan KPR.

Sebaiknya, ketahui dahulu rasio utang berbanding aset keluarga. Nilai ideal dari perbandingan rasio tersebut adalah di bawah 50%. Kalau nilai utang lebih besar dibandingkan nilai aset, sudah pasti finansial masih belum sehat.

2. Pastikan mempunyai dana darurat.

Sebelum mengajukan KPR untuk membeli rumah, pastikan keluarga sudah memiliki dana darurat Anda. Idealnya, dana darurat itu 3-6 kali pengeluaran bulanan.

Prinsipnya, semakin banyak tanggungan bulanan keluarga atau risiko pekerjaan, maka sebaiknya semakin besar pula kebutuhan dana darurat yang tersimpan.

3. Persiapkan dana untuk DP rumah.

Tips membeli rumah menggunakan KPR selanjutnya adalah ketahui kapan akan beli rumah dan membayar uang muka alias DP. Cara menyisihkan dana DP bisa dilakukan dengan menyimpan dana dalam bentuk instrumen investasi tertentu.

Sebaiknya, hindari penempatan dana di instrumen tinggi imbal hasil dan tinggi risiko, sebab pada dasarnya jangka waktu menabung cenderung pendek.

Baca: Ingin Memanfaatkan Memasarkan Produk di TikTok, Ini Loh Strateginya

4. Cicilan rumah tak melebihi 35% penghasilan.

Lembaga pemberi kredit bisa saja menyetujui pengajuan KPR dengan nominal cicilan 50% dari penghasilan bulanan. Tetapi, idealnya tetap 35% dari penghasilan.

Dengan begitu, keluarga tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, asuransi, maupun investasi untuk dialokasikan ke dalam cicilan.

5. Tidak buru-buru mempercepat pelunasan.

Kalau beli rumah menggunakan KPR di bank konvensional, maka akan ada biaya penalti pelunasan ketika cicilan dipercepat yang akan muncul. Beda cerita kalau beli rumah pakai KPR syariah.

Di lain sisi, percepatan pelunasan utang di awal waktu malah membuat jumlah aset lancar akan berkurang. Dalam dalam kesehatan finansial, jumlah aset lancar yang ideal adalah 15% hingga 20% dari total kekayaan bersih.