BRALING.CO, PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga terpaksa ngirit dalam penanganan kerusakan jalan di berbagai titik ruas jalan di Kota Perwira.

Pemkab hanya mampu menyiapkan dana Rp 68 miliar untuk menangani kerusakan di 33 ruas jalan kabupaten. Penanganannya berupa proyek pembangunan jalan, peningkatan jalan dan pemeliharaan jalan.

“Untuk menangani kerusakan jalan yang masih masuk dalam kondisi baik dan sedang maka dilakukan pemeliharaan rutin,” kata Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Purbalingga, Cahyo Rudiyanto, 12 Januari 2021.

Baca: Begini Loh Aturan Main PSBB Alias PPKM di Purbalingga, Sudah Tahu Belum?

Sebenarnya, ada 409 ruas jalan kabupaten dengan panjang 881.087 Km, yang butuh penanganan. Total dana yang dibutuhkan mencapai Rp 100 M.

Namun, karena dampak pandemi Covid-19, dana yang tersedia belum mumpuni. Walau begitu, ada peningkatan anggaran di tahun 2021 ini. Sebab pada tahun 2020 kemarin hanya tersedia dana Rp 30 M.

Faktor Pemicu Kerusakan Jalan.

Mengenai faktor pemicu kerusakan jalan di Kabupaten Purbalingga, Cahyo menjelaskan beberapa faktor. Mulai dari hujan yang terus menerus memicu percepatan kerusakan jalan hingga empat kali lipat dibandingkan kondisi normal.

Hujan, sambung Cahyo, juga mengakibatkan tim penambal lubang jalan kesulitan menambal lubang. “Ini karena aspal yang digunakan memakai aspas panas yang proses pembakarannya butuh cuaca yang terang,” jelas Cahyo.

Proses penanganan lubang jalan yakni lubang jalan yang tergenang air dan perlu dibersihkan serta dikeringkan terlebih dahulu. Proses ini membutuhkan waktu lama ketika musim penghujan.

“Banyak ruas jalan yang seharusnya penanganan kerusakannya tidak hanya tambal lubang tapi perlu pelapisan kembali dan peningkatan kontruksi jalan,” kata Cahyo dikutip dari rilis Dinkominfo Purbalingga.

Menggunakan Aspal Dingin.

Faktor lain penyebab jalan berlubang karena banyak kendaraan angkutan barang yang melebihi muatan dan drainase jalan yang kurang memadai.

Karena banyaknya jalan yang rusak, maka DPU PR Purbalingga menambah tim penambal lubang jalan. Dari empat tim menjadi enam tim, yakni menambah tim UPTD III Bobotsari dan Tim Bidang Bina Marga.

“Bahan yang digunakan selain menggunakan aspal panas juga menggunakan aspal dingin yang tidak memerlukan pembakaran. Mudah-mudahan masyarakat Purbalingga memahami kondisi yang ada saat ini,” kata Cahyo meminta maklum.