BRALING.CO, PURBALINGGA – Dua Industri Kecil Menengah (IKM) dari Kabupaten Purbalingga mendapatkan sertifikasi Hazard Analytical Critical Control Point (HACCP).

Sertifikat HACCP merupakan jaminan keamanan pangan melalui sistem yang dirancang secara sistematis dan terintegrasi dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Baca: Menteri Koperasi dan UKM: 42% UKM di Indonesia Sudah Terapkan Ekonomi Digital

Dua IKM tersebut yakni IKM Abon Cap Koki dan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Central Agro Lestari, Desa Bumisari, Kecamatan Bojongsari.

“Mereka kita usulkan untuk mendapatkan sertifikasi HACCP,” kata Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Purbalingga, Johan Arifin, 21 Januari 2021.

“Jadi, sertifikat ini salah satu syarat untuk mereka bisa melakukan ekspor,” imbuh Johan Arifin.

Pemeriksaan dan Pemantauan.

Johan menjelaskan, untuk mendapatkan sertifikasi HACCP tidaklah mudah. Sebab ada pemeriksaan dan pemantauan menyeluruh.

Mulai dari bahan, pengolahan bahan, produksi, dapur produksi dan juga alat-alat yang digunakan.

“Saat ini baru dua yang mendapat sertifikasi HACCP ini, nantinya IKM lainnya juga akan kita arahkan ke situ dalam hal ini IKM pangan,” kata Johan.

Setelah mendapatkan sertifikasi HACCP, Kemenperin RI akan melakukan pendampingan khusus dan pemeriksaan produk di IKM terkait.

Syarat Melakukan Ekspor Produk.

Sementara IKM tersebut akan bisa melakukan ekspor, karena produknya sudah teruji dan aman secara pangan.

“Karena orang luar negeri lebih hati-hati terhadap produk impor dan mereka juga sangat teliti,” terang Johan.

Johan menambahkan, Pemkab Purbalingga berupaya untuk meningkatkan mutu dan kualitas IKM di Kabupaten Purbalingga.

“Kalau produksi sudah bagus kita bantu promosi dan pemasarannya, nanti akan kita ikutkan di pameran-pameran baik di tingkat nasional maupun internasional,” imbuhnya.