BRALING.CO, PURBALINGGA – Sudah bertahun-tahun Mbah Rosyid dalam merawat, Syaifullah. Dengan segala keterbatasannya, pria berusia 58 tahun itu terus berjuang merawat anaknya yang menjadi intelektual atau grahita di Dusun Kalimanggis, Desa Jambudesa, Kecamatan Karanganyar.

Syaifullah sudah berusia 21 tahun. Mbah Rosyid merawat anaknya itu sejak istrinya meninggal dunia. Sebenarnya, Mbah Rosyid punya tiga orang anak, namun dua anaknya sudah tidak tinggal lagi bersama Mbah Rosyid dan Syaifullah.

Perjuangan Mbah Rosyid dan kondisi Syaifullah mengundang semangat Yayasan Difapedia Indonesia Inklusi dan Kelompok Pemuda Guyub Rukun untuk membantu keluarga ini.

Kehidupan Sehari-hari Mbah Rosyid.

“Sekalipun usianya sudah menginjak 21 tahun, syaifullah memiliki kekuatan intelektual yang tidak selaras dengan usia biologisnya. Mulai dari makan yang masih disuap, hingga saat mandi harus dibantu,” jelas Pendiri Yayasan Difapedia Indonesia Inklusi, Mukhanif Yasin Yusuf kepada Braling.

Mbah Rosyid hidup sederhana di rumah semi permanen berukuran 4×6 meter. Rumah tersebut terdiri dari dua ruangan. Ruang tamu sekaligus kamar tidur. Sedangkan, bagian belakang merupakan dapur dan terdapat lemari berisi pakaian dan peralatan dapur.

Rumah Mbah Rosyid tidak punya sumur dan toilet. Mereka mengandalkan sungai yang berjarak sekitar 300 meter dari rumah. “Jika malam hari, akan cukup beresiko bagi Mbah Rosyid dan Syaefullah,” kata Mukhanif.

Bantuan Pembangunan Toilet.

Aktivitas harian Mbah Rosyid di Desa Jambudesa ialah memelihara kambing milik tetangganya. Beban kesehariannya sedikit lebih ringan sebab Mbah Rosyid mendapatkan bantuan pemerintah, masuk dalam status keluarga pra sejahtera. Salah satunya, program PKH khusus disabilitas.

Melihat kondisi keluarga Mbah Rosyid itu, Yayasan Difapedia Indonesia Inklusi dan Pemuda Guyub Rukun membangun toilet untuk Mbah Rosyid. Difapedia urun penghimpunan dana, sedangkan Pemuda Guyub Rukun dan warga desa urun tenaga.

“Dikarenakan keterbatasan dana, untuk sementara dibangunkan toilet terlebih dahulu sebagai kebutuhan yang mendesak. Jika suatu saat nanti terdapat dana yang lebih, ke depan akan dibangunkan sumur untuk Mbah Rosyid,” jelas Mukhanif.

toilet untuk mbah rosyid dan putranya yang tuna grahita Toilet untuk Mbah Rosyid dan Putranya yang Tuna Grahita IMG 20201217 WA0016 1024x682

Semangat Gotong Royong Akan Dilanjutkan.

Aksi gotong royong tersebut mendapatkan apresiasi dari pemerintah desa dan juga Camat Karanganyar. Camat Pratono Aprijadi bahkan datang langsung ke rumah Mbah Rosyid untuk memberikan bantuan sembako.

Kolaborasi Difapedia dan Pemuda Guyub Rukun akan didorong terus berlanjut. Terutama untuk membantu warga di yang terkategori difabel, lansia, dan anak yatim-piatu.

“Kami terbuka untuk bekerjasama dengan berbagai pihak untuk membangun kultur inklusif, yang tidak terpaku dengan difabel saja,” kata Mukhanif menambahkan.