BRALING.CO, PURBALINGGA – Hujan deras yang mengguyur Kota Perwira dalam beberapa hari terakhir memicu sejumlah kejadian bencana alam di sejumlah wilayah di Kabupaten Purbalingga.

Di antaranya, tanah longsor di wilayah Desa Kaliori, Kecamatan Karanganyar, kemudian banjir di Desa Cilapar dan Selanegara di Kecamatan Kaligondang.

Lalu, banjir juga menggenangi wilayah Desa Jetis, Desa Gambarsari dan Desa Toyareka di Kecamatan Kaligondang serta Desa Toyareja di Kecamatan Purbalingga.

Dampak Terbesar Banjir di Dua Desa.

Beberapa desa di Kabupaten Purbalingga tersebut terdampak banjir karena aliran Sungai Klawing dan sungai-sungai kecil di sekitarnya meluap pada 12 Desember 2020.

Namun, jika dibandingkan dengan periode banjir sebelumnya pada awal Desember 2020 kemarin, durasi rendaman air luapan sungai ini tidak terlalu lama.

Badan Penanggulangan Bencana Baerah (BPBD) Purbalingga langsung melakukan pengecekan dan memberi bantuan 100 paket sembako. Bantuan ditujukan kepada warga yang tergenang banjir dalam jangka waktu cukup lama.

“Setelah kami survei, mereka yang layak mendapatkan bantuan ada di Desa Penolih dan Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang,” kata Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Purbalingga, Agus Winarno yang memimpin penyaluran bantuan, 13 Desember 2020.

bencana alam purbalingga nasib sawah yang terendam banjir hingga warga desa tumanggal kembali diungsikan Nasib Sawah yang Terendam Banjir Hingga Warga Desa Tumanggal Kembali Diungsikan WhatsApp Image 2020 12 13 at 14

Tim dari BPBD Purbalingga juga telah mengunjungi desa yang berada di tepi Kali Klawing. Terutama desa-desa yang berada di Kecamatan Kemangkon, mulai dari Desa Jetis, Toyareka, Gambarasari, Muntang, Sumilir, hingga Desa Bokol.

“Luapan sudah tidak lagi menggenangi rumah warga, namun lebih banyak di area persawahan yang terdampak,” kata Agus dalam keterangan pers.

Nasib Sawah yang Terendam Banjir.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga, Mukodam berkata areal pertanian yang terendam akibat luapan sungai ini cukup luas, terutama di Kecamatan Kaligondang.

“Sekitar 84 hektar lahan persawahan berlokasi di Desa Penolih 64 hektar dan di Desa Cilapar 20 hektar. Lahan sawah yang terendam tersebut dalam tahap olah tanah dan persemaian,” katanya.

Apabila mengacu pada hasil pengamatan petugas penyuluh lapangan di wilayah terdampak banjir, rendaman air akibat luapan Kali Klawing itu merupakan genangan atau rendaman saja, bukan merupakan arus deras dan tidak membawa lumpur.

Dengan demikian, dampak atau kerugiannya tidak parah. Terlebih para petani sudah terlindungi dengan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

“Seluruh lahan tergenang di Cilapar dan Penolih sudah tercover AUTP, sehingga apabila terjadi gagal panen pun petani masih cukup aman,” katanya.

Kondisi Terkini di Desa Tumanggal.

berita bencana alam tumanggal purbalingga nasib sawah yang terendam banjir hingga warga desa tumanggal kembali diungsikan Nasib Sawah yang Terendam Banjir Hingga Warga Desa Tumanggal Kembali Diungsikan 20201207 122135 1024x576

Sementara itu, BPBD Purbalingga merilis informasi bahwa tim gabungan telah kembali melakukan evakuasi warga Dusun Pagersari yang sempat kembali ke rumah. Warga diminta mengungsi ke tempat saudara maupun ke tempat pengungsian.

Proses evakuasi dilakukan karena hujan deras mengguyur wilayah Desa Tumanggal, Kecamatan Pengadegan. Yang mana, kondisi tersebut memicu terjadinya kembali retakan tanah yang kian melebar.

Pemerintah Kabupaten Purbalingga sejatinya masih menunggu hasil mitigasi dan analisa tim ahli dari Dinas Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah dan Fakultas Geologi Unsoed Purwokerto.

“Setelah nanti kita mendapatkan hasil rekomendasi terkait kajian itu, baru kita akan lakukan tindak lanjut penanganan, apakah perlu melakukan relokasi atau hanya renovasi,” kata Bupati Dyah Hayuning Pratiwi, 7 Desember 2020.

Tanah bergerak di Desa Tumanggal memberi dampak kepada sedikitnya 214 kepala keluarga (KK). Yang mana, 20 rumah mengalami kerusakan berat, 1 rumah mengalami kerusakan sedang dan 55 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.