BRALING.CO, PURBALINGGA – Kasus Covid-19 di Kabupaten Purbalingga sudah menembus 1.207 kasus. Yang mana, kasus terkonfirmasi Covid-19 paling banyak ada di Kecamatan Purbalingga, Kalimanah dan Padamara.

Data itu mengacu pada update di situs corona.purbalinggakab.go.id per 30 November 2020. Dari total kasus corona tersebut 753 pasien masih dirawat, 415 pasien sembuh dan 39 pasien telah meninggal.

Baca: PMI Purbalingga Melakukan Penyemprotan Disinfektan di Pasar Menggunakan “Gooner”

“Saat ini RSUD Goeteng menampung sebanyak 67 pasien covid, 59 diantaranya positif dan 7 diantaranya suspect. Mereka yang mengalami gejala sedang dan berat tentu dirawat di rumah sakit,” kata Direktur RSUD Goeteng Taroenadibrata, dr Sulistya Rini Candra Dewi MKes.

Penyebaran virus Covid-19 juga sudah merambah ke rumah sakit dan puskesmas di Kabupaten Purbalingga. Akibatnya, beberapa puskesmas terpaksa ditutup.

Walaupun penambahan kasus masih saja terjadi, angka kesembuhan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Purbalingga telah menembus 55,11%.

Direktur RS Panti Nugroho Purbalingga, dr Jusi Febrianto menjelaskan, salah satu penyebab kematian pada pasien positif Covid-19 yakni adanya komorbiditas atau penyakit penyerta yang dapat memperburuk kondisi kesehatan pasien.

“Komorbiditas tersebut terutama penyakit asma, TB paru, jantung, hipertensi dan diabetes,” kata dr Jusi.

Memperketat Protokol Kesehatan.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemkab Purbalingga lebih memilih untuk melakukan penegakan protokol kesehatan secara disiplin. Serta terus melakukan Testing, Tracing, Treatment atau 3T.

Pjs Bupati Purbalingga Sarwa Pramana menegaskan hal itu, 30 November 2020 di Ruang Pringgitan Pendapa Dipokusumo.

“Kalau saya tutup dan berlakukan jam malam, saya khawatir tidak sesuai dengan arahan presiden, apalagi ini mau Pilkada. Sehingga kita kebijakannya tidak memberlakukan jam malam tapi memperketat protokol kesehatan,” katanya.

Pemkab Purbalingga akan mendorong kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan dengan meningkatkan frekuensi razia pelanggar protokol kesehatan, memasang voice announcer protokol kesehatan di tiap traffic light dan memasang spanduk himbauan.

“Kepada para camat dan kepala desa selaku ketua tim gugus tugas harus bisa mengedukasi masyarakat ketika ada isolasi mandiri untuk dikondisikan jangan dikucilkan, kearifan lokal Jogo Tonggo diaktifkan, kalau tidak bisa, lapor kabupaten untuk dikirim logistiknya,” ungkapnya

Pentingnya 3T dan 3M di Purbalingga.

Kemudian, Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga, drg Hanung Wikantono MPPM menyebutkan kalau upaya 3T tidak dimaksudkan untuk “meng-covid-kan orang”. Namun, murni mengacu pada hasil laboratorium dari RS Margono Soekarjo.

“Kami akan tetap kukuh melaksanakan 3T, meski angka kasus meningkat tapi harapannya virus tidak menyebar, dan angka kesembuhan akan meningkat,” kata Hanung.

Dinas Kesehatan Purbalingga meminta masyarakat untuk menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak atau Gerakan 3T.