BRALING.CO, PURBALINGGA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah menggelar pelatihan bidang usaha laundry bagi 90 mustahik produktif dari Eks-Karesidenan Banyumas, Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Purworejo.

Pelatihan yang dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan itu dilaksanakan di kompleks Owabong Cottage, 1-4 Desember 2020.

Baca: Baznas Kutai Kartanegara Kunjungan ke Baznas Purbalingga

Ketua panitia penyelenggara Rajimin menjelaskan, pandemi Covid-19 telah membuat banyak pekerja kehilangan lapangan pekerjaan. Pelatihan ini diharapkan memberikan kesempatan bagi pesert untuk bisa bangkit kembali.

Dipilihnya bidang usaha laundry, lanjut Rajimin, karena jenis usaha ini mudah dan sedang ramai. Pelatihan usaha laundry bagi mustahik dibagi dalam beberapa angkatan. “Pelatihan ini merupakan angkatan kelima dan enam,” jelas Rajimin.

Pelatihan Laundry Syariah.

Wakil Ketua Baznas Provinsi Jawa Tengah, Ahyani menuturkan, Baznas Jawa Tengah memanfaatkan pelatihan guna mendayagunakan dana zakat, mengurangi kemiskinan sekaligus mensejahterakan masyarakat.

Sebelumnya, Baznas Jawa Tengah sudah pernah menggelar pelatihan tenaga konstruksi, pelatihan budidaya lele, budidaya cacing sutra, pelatihan usaha pangkas rambut dan kemudian usaha laundry.

Khusus untuk laundry ini, lanjut Ahyani, akan diajarkan laundry yang syariah. “Ini sedang berkembang di kota-kota besar dan banyak pelanggannya terutama umat Islam,” jelasnya.

Optimalisasi Zakat ASN.

Pjs Bupati Purbalingga Sarwa Pramana ketika memberikan sambutan berkata, Baznas Jawa Tengah memiliki income luar biasa. Dalam satu tahun mampu mencapai lebih dari Rp 50 miliar. ASN di Pemprov Jateng, menyetorkan zakatnya tidak saja dari gaji, namun juga dari tunjangan atau tambahan penghasilan.

“Saya kasih gambaran, gaji saya Rp. 10 juta dan TPP saya Rp. 20 juta. Berarti saya sudah Rp. 30 juta dipotong 2,5% untuk zakat. Tetapi setelah saya membayar zakat utang saya lunas semua, saya tidak tahu siapa yang membayari,” kata Sarwa.

Karena itulah, Sarwa Pramana yang juga pejabat di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap seluruh pengurus Baznas di wilayah Banyumas, Purworejo dan Kebumen diminta untuk tidak lelah dan terus memberikan kesadaran bagi ASN di kabupaten masing-masing untuk membayar zakat.