BRALING.CO, PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga kembali menyiapkan ruang isolasi darurat untuk penanganan pasien positif Covid-19 di Purbalingga. Kebijakan ini diambil karena rumah sakit dan tempat kesehatan lainnya sudah tidak mampu lagi menampung perawatan pasien Covid-19.

Pada medio November 2020 ini, terjadi lonjakan jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Purbalingga. Sampai dengan 19 November 2020, Kabupaten Purbalingga mempunyai 612 kasus positif Covid-19.

Yang mana, 384 pasien sudah sembuh, 214 pasien masih dirawat, 14 pasien sudah meninggal dunia serta 183 pasien masih dalam masa pemantauan.

Baca: Langkah-Langkah Taktis Purbalingga Tangani Peningkatan Jumlah Kasus Covid-19, Apa Saja?

Pemkab Purbalingga menyiapkan Gedung Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Purbalingga yang berada di wilayah Kecamatan Kalimanah sebagai ruang isolasi darurat. Pjs Bupati Purbalingga dan jajarannya sudah melakukan pengecekan lokasi, 18 November 2020.

“Mereka yang positif terus dilakukan tracing sehingga penambahan positif akhir-akhir ini cukup signifikan sehingga diperlukan back up ruang isolasi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, drg Hanung Wikantono MPPM.

“Sebelumnya, kami sudah menambah dengan Puskesmas II Kemangkon di Gambarsari tapi penuh juga, akhirnya alternatifnya seperti yang awal dulu digagas yakni Gedung Korpri ini,” imbuh Hanung menjelaskan.

Efek Gencar Tindakan 3T di Purbalingga.

Seperti diketahui, Dinas Kesehatan Purbalingga terus gencar melakukan gerakan testing, tracing, treatment alias 3T, sebagai salah satu upaya untuk menangani penyebaran COvid-19 Purbalingga terkini.

Salah satunya, melakukan test SWAB dengan jumlah memenuhi standar WHO yakni 943 test/pekan. Dengan demikian, kasus Covid di Purbalingga akan semakin cepat terungkap dan bisa segera ditangani, agar tidak meluas.

Gedung Korpri Purbalingga memiliki 2 bangunan. Hanung memperkirakan keseluruhan gedung ini dapat memuat sekitar 40 pasien. Saat ini sudah dipersiapkan kamar mandi darurat, selanjutnya akan disediakan tempat tidur dan fasilitas lainnya.

“Nanti kami juga akan membagi tingkat keparahan pasien. Untuk pasien yang tingkat keparahannya sedang dan berat akan diprioritaskan untuk tetap dirawat di Rumah Sakit,” katanya.

Membagi Tingkat Kesembuhan Pasien.

Dinas Keshetaan berharap tingkat kesembuhan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Purbalingga semakin meningkat, sehingga kapasitas pasien akan bersirkulasi.

Dengan banyak pasien covid di Purbalingga yang sembuh akan mampu menampung kembali yang datang, sehingga tidak lagi membutuhkan ruang isolasi tambahan.

“Kita antisipasi jangan sampai masyarakat yang terkena virus ini tidak terlayani baik isolasi mandiri, maupun isolasi di rumah sakit,” kata Hanung Wikantono menjelaskan.