BRALING.CO, PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga kembali mengambil langkah cepat dalam merespon peningkatan drastis kasus Covid-19 di Kabupaten Purbalingga.

Sampai dengan 23 November 2020. kasus positif Covid-19 di Kabupaten Purbalingga sudah menembus 901 kasus. Yang mana ada 477 orang yang dinyatakan positif Covid-19 dan 24 orang yang meninggal dunia karena Covid-19.

“Per hari ini terjadi outbreak kasus positif covid-19 menjadi 477 pasien positif covid. Ruang isolasi Gedung Korpri dipastikan tidak akan cukup. Begitupun rumah sakit. Kita siapkan eks Gedung SMP N 3 Purbalingga,” kata Pjs Bupati Purbalingga, Sarwa Pramana, 23 November 2020.11.23

Baca: Ini Loh Daftar Raperda Prioritas di Tahun 2020 Sudah Dibuat, Mulai dari Penataan PKL Hingga Industri

Sarwa Pramana sudah koordinasi dengan Kapolres Purbalingga mengenai penggunaan gedung sekolah itu. Sebab, gedung itu sejatinya akan dipinjam Polres Purbalingga untuk menjadi Kantor Satlantas Polres Purbalingga.

Pjs Bupati Purbalingga dan sejumlah pejabat sudah mengecek kondisi gedung. Kemudian, petugas BPBD, Satpol PP, DLH, PMI hingga Baznas Purbalingga dikerahkan untuk bersih-besih lingkungan sekolah itu.

Rencananya, efisiensi tenaga kesehatan, pasien Covid-19 yang sudah isolasi di Gedung Korpri dan dan Puskesmas II Gambarsari akan dipindahkan ke eks SMPN 3 Purbalingga tersebut.

Lonjakan Jumlah Pasien Covid-19 Purbalingga.

Sebagai informasi, Gedung Korpri sudah dihuni sekitar 20 pasien, yang mana semuanya adalah perempuan. Namun ruang isolasi darurat itu dipastikan tidak akan muat lagi untuk menampung pasien baru.

Peningkatan jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Purbalingga, tidak lepas dari aktivitas trace, test dan treat atau 3T yang masif dilakukan Dinas Kesehatan Purbalingga, beberapa pekan terakhir ini.

Maka tidak heran jika muncul beberapa cluster penyebaran Covid-19 di Kabupaten Purbalingga. Mulai dairi klaster pabrik, pasar, penyelenggara pemilu hingga pengajian.

Seperti dikutip dari Kompas.com, sebanyak 52 warga Desa Karanggambas, Kecamatan Padamara terpapar Covid-19, setelah ikut pengajian. Hal itu diketahui setelah Puskesmas Padamara melakukan tracing terhadap seorang ibu dan anaknya dinyatakan positif Covid-19.

video podcast purbalingga jumlah pasien positif covid-19 terus melonjak, pemkab purbalingga siapkan bekas sekolahan dan terus upayakan tracing Jumlah Pasien Positif Covid-19 Terus Melonjak, Pemkab Purbalingga Siapkan Bekas Sekolahan dan Terus Upayakan Tracing DSC09221 1 1024x576
Pjs Bupati Purbalingga, Sarwa Pramana berbicara di video podcast “Spik Sana Spik Sini”, 23 November 2020.

Pemkab Purbalingga Melakukan Tracing Optimal.

Sarwa Pramana ketika berbicara di video podcast “Spik Sana Spik Sini” mengatakan kebijakan 3T itu sesuai arahan Presiden dan kebijakan Menteri Kesehatan RI.

“Kalau kita membiar tidak melaksanakan 3T yang diperintahkan Presiden, kita salah. Karena akan pembiaran masyarakat akan terpapar Covid lebih banyak lagi,” kata Sarwa Pramana di video podcast itu, 23 November 2020.

“Yang menjadi bahaya adalah pada saat mereka datang ke rumah sakit, dalam kondisi kritis. Karena yang meninggal ini kan punya komorbit, punya penyakit bawaan,” imbuh dia.

Pemkab Purbalingga akan berupaya menurunkan jumlah penyebaran dengan melakukan tracing kepada warga yang kontak erat dengan pasien positif corona.

Menurut Pjs Bupati Purbalingga, untuk menurunkan trend penambahan jumlah pasien positif COvid, harus dilakukan tracing secara optimal terlebih dahulu.

Pjs Bupati Purbalingga berharap, masyarakay mendukung upaya Pemkab dengan menerapkan Gerakan 3M dengan disiplin, guna memutus mata rantai penularan penyakit corona di Purbalingga. Gerakan 3M itu yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak

“Harapan saya, tolong deh, masyarakat Purbalingga untuk disiplin (menerapkan 3M),” kata Sarwa Pramana.