BRALING.CO, PURBALINGGA – Popularitas aplikasi TikTok di Indonesia membuat banyak brand kepincut untuk memasarkan produknya di aplikasi TikTok.

Maka itu, tidak mengherankan ketika dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah brand mulai menampilkan keaktifan dan kreativitasnya di platform tersebut.

“Di TikTok, kami mempunyai customer conversion funnel yang cukup lengkap, mulai dari awareness sampai loyalty,” kata Indonesia Direct Sales Leader TikTok Indonesia, Pandhu Wiguna.

“Platform kami punya keunikan, salah satunya hashtag challenge yang tidak hanya membuat user menyaksikan konten tetapi juga tertarik membuat konten yang sama namun dengan versi mereka,” imbuhnya.

Baca: Ayo Kenali 5 Karakter Konsumen yang Muncul di Era New Normal

Melihat trend positif aktivitas marketing di TikTok, Pandu Wiguna menyebut setidaknya ada empat langkah yang masuk dalam long term strategy.

Pertama, kata Pandu Wiguna, define creative playground. Brand bisa menyampaikan pesan brandingnya, sementara algoritma dari TikTok bakal membantu menyebarkan dengan kemampuan membaca tren yang ada.

Kedua, develop content play. Konten branding bisa dikemas dengan lebih menarik dengan berbagai fitur di TikTok. Mulai dari filter, musik, hingga stiker.

Ketiga, support with paid formats. Kata Pandu Wiguna, TikTok bakal membantu brand mendorong konten-konten proaktif dan interaktif guna tujuan awareness brand.

Keempat, mengukur kesuksesan. TikTok bisa membantu brand untuk mengukur perjalanan konten. Dengan begitu, brand bisa menganalisis langkah yang harus diambil untuk strategi berikutnya.

Pandu menambahkan, TikTok menawarkan TikTok for Business. Layanan ini membuat brand bisa berbagi cerita lebih menarik. Dengan begitu enggament konsumen lebih meningkat.

Berlaku untuk Pelaku UMKM.

Empat strategi pemasaran di TikTok tersebut tidak cuma berlaku bagi brand-brand besar. Namun, juga bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah alias UMKM.

Pandhu kemudian menyontohkan salah satu UKM yang bisa membangun engagement lewat TikTok, yaitu bittersweetbynajla. Produk dessert box dari UMKM ini sempat viral.

Mereka memanfaatkan tren konten di TikTok untuk memasarkan produk. Salah satunya ketika Lathi Challenge viral.

Pandhu menyebutkan, bittersweetbynajla membangun storytelling menarik bagi pengguna TikTok. Mulai dari kisah proses produksi, pengemasan, sampai pengiriman ke konsumen.

Jadi, imbuh Pandhu, kuncinya adalah membuat konten yang kreatif, menarik dan atraktif.