BRALING.CO, PURBALINGGA – Rutan Kelas IIB Purbalingga menggelar pelatihan dasar membatik bagi 28 warga binaan pemasyarakatan (WBP). Pelatihan tersebut digelar selama sepekan, 12-17 Oktober 2020.

Pelatihan dasar tersebut mengundang pebatik dari Purbalingga, Titin Wahyuningsih dan Rizki Purwitasari. Materi pelatihan lebih banyak berfokus pada praktik, yaitu mulai dari berlatih mencanting, mewarna hingga melakukan fiksasi kain batik.

Titin mengatakan, pelatihan yang diberikan merupakan tahapan dasar dalam memproduksi batik. Dengan pemahaman produksi batik yang lengkap, Titin berharap, peserta pelatihan bisa terus berproduksi.

Para WBP di Rutan Kelas IIB Purbalingga yang mengikuti pelatihan tampak antusias mengikuti tahapan belajar membuat batik. “Bersyukur ada pelatihan ini,” kata salah satu peserta, Anas.

Anas menyebut walaupun proses produksi batik itu rumit dan butuh ketekunan, namun pelatihan membatik ini sangat bermanfaat baginya. “Insyaallah pulang dari rutan bisa langsuing berkarya,” kata Anas sembari berharap ada pendampingan selepas ia bebas dari masa tahanan.

Kasubsi Pelayanan Tahanan pada Rutan Kelas IIB Purbalingga, Doni Kristianto berharap ketrampilan hasil berlatih membatik bisa menjadi modal untuk melakukan aktivitas ekonomi, selepas warga binaan kembali ke lingkungannya.

“Setelah keluar dari rutan, harapannya mereka akan melanjutkan produksi batik dan menjauhi diri dari aktivitas kriminal,” kata Doni.

Seperti diketahui, Rutan Kelas IIB Kabupaten Purbalingga cukup aktif dalam memberikan pembinaan keterampilan terhadap warga binaan pemasyarakatan yang mereka tampung.

Bahkan, rutan yang terletak di timur Alun-Alun Purbalingga ini juga memiki showroom kecil untuk memamerkan hasil karya para warga binaannya.