BRALING.CO, PURBALINGGA, – Kebijakan Pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk melakukan tes Covid-19 dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) secara massal mendapatkan positif warga di Kota Perwira.

Warga mendatangi Puskesmas di Kabupaten Purbalingga untuk ikut tes Covid-19 yang dilaksanakan secara gratis tersebut. Puskesmas sudah memberikan pelayanan tes Covid-19 mulai 6 Oktober 2020 kemarin.

Rizki Purwitasari, Kader Pembangunan Masyarakat (KPM) Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja menyebut bahwa tes Covid-19 degan metode PCR tersebut sangat membantu dirinya. Ia sudah melaksanakan tes di Puskesmas Kutawis, 9 Oktober 2020.

“Tes ini sangat membantu karena bisa memberikan kepastian kondisi kesehatan saya dan warga desa. Apalagi saya sering ketemu dengan warga desa,” kata Rizki, 10 Oktober 2020.

Baca: Walau Pandemi Covid-19, Pemkab Purbalingga Sigap Serahkan KUA PPAS Tahun Anggaran 2021 & 3 Raperda Baru

Seperti diketahui, Dinas Kesehatan Purbalingga sudah memberikan perintah supaya setiap puskesmas di Kabupaten Purbalingga untuk melaksanakan melaksanakan tes COVID-19 dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) setiap harinya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga drg Hanung Wikantono MPPM menargetkan, dalam satu hari, puskesmas bisa melaksanakan tes minimal 8 orang.

Hanung Wikantono menjelaskan, target jumlah PCR tersebut guna memenuhi target dari World Health Organization (WHO). Yakni, untuk 1000 penduduk dilakukan satu orang tes PCR setiap minggunya.

Dari target tersebut, lanjut Hanung, Kabupaten Purbalingga baru menjangkau 18%, atau 917 orang per bulan September lalu.

“Harusnya Kabupaten Purbalingga bisa melakukan Test PCR terhadap 943 orang per minggu,” kata Hanung Wikantono, 5 Oktober 2020.

“Dengan target 8 orang untuk 22 puskesmas selama 7 hari, diharapkan target WHO tersebut dapat terpenuhi,” kata Hanung Wikantono menambahkan.

Baca: Gerakan Pramuka Kwarcab Purbalingga Bagikan Masker Gratis

Dalam pelaksanaan tes PCR tersebut, Pemerintah Kabupaten Purbalingga menyasar tenaga kesehatan, karyawan pabrik, lingkungan pasien positif ataupun tracing terhadap 30 orang yang pernah berinteraksi dengan pasien positif.

dinas kesehatan purbalingga masyarakat purbalingga antusias ikut tes pcr gratis di puskesmas, sudah ikut tes covid-19 ini? Masyarakat Purbalingga Antusias Ikut Tes PCR Gratis di Puskesmas, Sudah Ikut Tes Covid-19 Ini? 2 kota 1024x683

Hanung menyebut, status Pandemi Covid-19 di Kabupaten Purbalingga berada pada zona oranye. Sampai dengan 9 Oktober 2020, terdapat 46 pasien positif yang sedang dirawat.

Kabupaten Purbalingga terdapat 201 kasus positif. Yang mana, 152 pasien sudah dinyatakan sembuh dan tiga orang meninggal dunia.

“Perlu diketahui, sekarang tiap hari muncul kasus baru, walaupun ada yang sembuh sehingga memang keberadaan Covid-19 tidak bisa diremehkan,” kata Hanung Wikantono.

Hanung melanjutkan, “sudah menyangkut berbagai klaster, seperti klaster perkantoran, tenaga kesehatan dan sebagainya. Besok saya tutup Puskesmas Pengadegan 3 hari karena ada bidan yang positif Covid-19 di sana,” katanya.

Kedisplinan Terapkan Protokol Kesehatan.

Pjs Bupati Purbalingga, Sarwa Pramana menegaskan, selain terdapat upaya Dina Kesehatan Purbalingga yang mengejar target test PCR dari WHO. Sangat penting untuk menerapkan protokol kesehatan.

Kata Sarwa Pramana, sangat perlu juga perlu mendisiplinkan 3T. Yakni Testing (pemeriksaan), Tracing (pelacakan), dan Treatment (pengobatan).

“Harapannya saat Bupati selesai cuti nanti, tanggal 6 Desember kasus Covid-19 sudah mulai melandai di Purbalingga,” kata Sarwa Pramana

Pjs Bupati Purbalingga meminta gugus tugas penanggulangan Covid-19 untuk mewaspadai kerumunan di pasar tradisional dan tidak mempermudah memberi izin penyelenggaraan acara yang mengumpulkan banyak masa, melebihi 50 orang.

Kepada para kepala desa, Pjs Bupati Purbalingga berpesan untuk melaksanakan lockdown tingkat RT untuk wilayah yang terpapar Covid-19.

Tentunya harus mengaktifkan Satgas Jogo Tonggo yang bertugas dengan mengedepankan sisi kemanusiaan dan kepedulian sosial.

“Untuk para tenaga kesehatan harus menggunakan APD, kalau bisa level 3, agar tidak menjadi korban ketidakjujuran pasien yang terpapar Covid-19,” kata Sarwa Pramana.