BRALING.COM, PURBALINGGA – Dengan semakin lamanya kondisi Pandemi Covid-19 di Kabupaten Purbalingga, maka semakin banyak orang yang terdampak. Tidak sedikit keluarga dhuafa di Kota Perwira yang kesulitan mendapatkan pendapatan di tengah pandemi.

Keluarga Jupri menjadi salah satu keluarga yang merasakan beratnya mencari pendapatan di tengah pandemi Covid-19. Padahal, sebelum pandemi saja, kondisi keluarganya sudah cukup kesulitan.

“Pak Jupri itu tukang service kompor keliling,” kata Ketua Baznas Purbalingga, H Chumaedi kepada Braling.

Chumaedi menjelaskan bahwa Jupri adalah tulang punggung keluarga. Ia harus berkeliling ke berbagai tempat untuk menjajakan jasa perbaikan kompor miliknya.

Melihat kondisi tersebut, Baznas Purbalingga memberikan bantuan modal usaha untuk Jupri. “Meskipun tidak besar secara nilai, harapannya bantuan modal usaha tersebut bisa membantu Pak Jupri mengembangkan usahanya,” kata Chumaedi.

Baca: PMI Purbalingga Gandeng Dinas Kesehatan untuk Lakukan Tes Covid-19

Selama pandemi Covid-19 di Kabupaten Purbalingga ini, Baznas Purbalingga terus aktif memberikan bantuan kepada keluarga dhuafa yang merasakan dampak ekonomi dari pandemi ini.

Menurut Chumaedi, yang merasakan dampak dari pandemi ini bukan hanya orang yang sudah lanjut usia ataupun penyandang disabilitas. Tetapi, orang yang tadinya bekerja juga merasakan dampaknya karena mereka tidak lagi mendapatkan pekerjaan atau susah berjualan.

“Jadi, dampak adanya pandemi Covid-19 ini memang sangat luas bagi masyarakat di Kabupaten Purbalingga,” kata Chumaedi.

Baca: Baznas Purbalingga Lanjutkan Penyaluran Paket Sembako ke Keluarga Terdampak Pandemi Covid-19

Selain memberikan bantuan modal usaha tersebut, selama ini Baznas Purbalingga juga turun langsung dengan memberikan bantuan paket sembako bagi keluarga tidak mampu.

Harapannya, bantuan paket sembako dari Baznas Purbalingga tersebut bisa meringankan beban sehari-hari para penerima bantuan itu.

Untuk memastikan penyaluran bantuan paket sembako tersebut berjalan tepat sasaran, Baznas Purbalingga aktif berkoordinasi dengan relawan, tokoh masyarakat serta perangkat desa.

“Biar pemberian bantuan tidak tumpang tindih dengan pemberian bantuan lainnya dari pemerintah. Jadi semakin banyak masyarakat Purbalingga yang bisa kita bantu bersama,” jelas H Chumaedi ketika dijumpai di Kantor Baznas Purbalingga, beberapa waktu lalu.