BRALING.COM, PURBALINGGA – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah utara Kabupaten Purbalingga pada awal Oktober 2020 kemarin membuat bangunan MI Ma’arif NU Al Muttaqin mengalami kerusakan.

MI Ma’arif NU Al Muttaqin berada di wilayah RT 3 RW 4 Desa Ponjen, Kecamatan Karanganyar. Hujan deras tersebut membuat atap madrasah ambruk 1 Oktober 2020 kemarin.

Tidak ada korban jiwa akibat bencana tersebut. Akan tetapi, setelah dihitung dengan seksama kerugian akibat kerusakan atap teras dan ruang kelas yang dialami MI Ma’arif NU Al Muttaqin mencapai Rp 25 juta.

Baca: Dampak Pandemi Covid-19 Begitu Besar, Baznas Purbalingga Beri Bantuan Modal Usaha

Mendapatkan laporan dan permohonan bantuan perbaikan MI Ma’arif NU Al Muttaqin, Baznas Purbalingga menerjunkan tim Baznas Tanggap Bencana (BTB). Relawan BTB melakukan survei dan assesment kerusakan bangunan bersama BPBD Purbalingga.

Tidak lama selepas melakukan survei dan assesment, Baznas Purbalingga kembali lagi ke MI Ma’arif NU Al Muttaqin di Desa Ponjen untuk memberikan bantuan.

Baca: Baznas Purbalingga Lanjutkan Penyaluran Paket Sembako ke Keluarga Terdampak Pandemi Covid-19

Ketua Baznas Purbalingga, H Chumaedi berharap bantuan tersebut bisa membantu pengelola MI Ma’arif NU Al Muttaqin dalam proses perbaikan sekolah. Ia berharap, perbaikan kerusakan gedung bisa segera dilaksanakan.

“Meskipun belum ada kegiatan belajar mengajar di kelas, namun membiarkan kerusakan di musim hujan bisa menimbulkan kerusakan baru lagi,” kata Chumaedi kepada Braling.

Baznas Purbalingga berharap masyarakat Purbalingga lebih waspada di masa peralihan musim hujan kali ini. Pada musim pancaroba, banyak wilayah di Kabupaten Purbalingga yang rawan bencana alam hujan angin dan tanah longsor.

“Kewaspadaaan harus ditingkatkan, sekalipun kita tentunya tidak berharap terjadi bencana alam di Kabupaten Purbalingga,” kata Chumaedi berharap.