BRALING.CO, PURBALINGGA – Sampai sekarang ini, produsen dan konsumen sama-sama sedang melakukan berbagai upaya adaptasi dengan kondisi yang disebut Kebiasaan Baru atau The New Normal.

Seperti halnya produsen, pandemi Covid-19 memberikan pengaruh kepada perilaku konsumen. Karenanya, karakter konsumen juga mengalami perubahan.

Perusahaan data dan Artificial Intelligence (AI) ADA mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 telah merangsang munculnya enam karakter baru konsumen di Indonesia.

ADA merilis enam karakter tersebut dengan melakukan identifikasi berbagai karakter berdasarkan reaksi konsumen terhadap krisis.

Dalam prosesnya, ADA menganalisis lebih dari 400 ribu aplikasi di Asia dan satu juta lokasi yang biasa dikunjungi orang selama pandemi berlangsung.

Kali ini, Braling.co akan mengulas enam karakter konsumen yang telah diidentifikasi oleh ADA tersebut.

The Adaptive Shopper.

Konsumen The Adaptive Shopper ini sedang beradaptasi dengan dunia baru sembari terus mencari cara baru untuk memenuhi kebutuhan mereka. Makanya, konsumen dengan karakter The Adaptive Shopper ini sangat aktif dalam menggunakan aplikasi belanja, khususnya aplikasi pemenuh kebutuhan sehari-hari.

“Ini menjadi opportunity bagi brand karena ketika konsumen melakukan shopping melalui Apps, mereka mungkin belum mengetahui produk apa yang bagus untuk mereka,” kata Faradi Bachri, Agency Country Director ADA in Indonesia.

“Ini adalah kesempatan bagi brand untuk membantu konsumen mengakses produk mereka,” jelas Faradi Bachri dikutip dari Marketeer.com.

The Brave One.

Konsumen yang masuk karakter The Brave One ini yakni konsumen yang bekerja di garis terdepan. Mereka bekerja untuk melayani masyarakat di tengah pandemi. Tidak ada perubahan pola mobilitas dan penggunaan aplikasi dari karakter konsumen yang ini.

The Market Observer.

Karakter ini sangat serius dalam memantau industri keuangan. Mereka mencermati kondisi saham dan mata uang. Tujuannya, memastikan dampak pandemi ini terhadap industri finansial atau melihat peluang pasar di tengah pandemi.

The Bored Homebody.

Konsumen The Bored Homebody ini adalah konsumen yang sedang bosan di rumah. Konsumen dengan karakter The Bored Homebody ini menghabiskan banyak waktu untuk mencari hiburan dengan bermain games atau hanya menonton.

“Banyak orang yang memutuskan untuk stay at home melakukan berbagai aktivitas hiburan. Peningkatan pencarian hobi, seperti bercocok tanam, Vespa, dan Puzzle juga meningkat,” kata Faradi.

The Health Nut.

Konsumen jenis ini menjadikan isu kesehatan sebagai prioritas utama. Karena itu, para The Health Nut sangat aktif dalam mengakses aplikasi kesehatan untuk memantau kondisi fisik dan mental mereka.

The Yearning Traveller.

Meskipun industri traveling menjadi salah satu industri yang sangat terdampak Covid-19, namun penggunaan travel apps hingga pertengahan tahun masih tinggi. Pengguna travel apps masih melakukan search ke berbagai destinasi.

“Setiap orang bereaksi dengan cara yang berbeda terhadap keadaan baru selama pandemi ini. Beberapa orang secara drastis meningkatkan penggunaan aplikasi keuangan mereka, ada yang semakin giat menggunakan aplikasi hiburan ketika berada di rumah,” jelas Kirill Mankovski, Managing Director ADA in Indonesia.

“Beberapa terus bepergian ke tempat kerja dan tidak mengubah perilaku online karena tidak semua bisnis berhenti beroperasi, terutama industri-industri vital,” imbuh Kirill Mankovski.