BRALING.CO, PURBALINGGA – Kabupaten Purbalingga menegaskan komitmennya untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat atau kantibmas yang aman dan kondusif.

Penegasan komitmen menjaga Purbalingga yang damai itu dilakukan melalui gelaran Deklarasi Damai di Pendapa Dipokusumo, 19 Oktober 2020.

Organisasi kemasyarakatan (Ormas), lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP), akademisi, tokoh agama dan tokoh masyarakat se-Kabupaten Purbalingga terlibat dalam deklarasi tersebut.

Baca: Tunggu 3,5 Tahun Lagi, Purbalingga Punya Kopi Arabika Lereng Gunung Slamet Berkualitas

Terdapat empat poin utama dalam deklarasi damai tersebut. Pertama, menolak segala bentuk kerusuhan, aksi unjuk rasa jalanan dan tindakan anarkis yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

Kedua, menyelesaikan setiap permasalahan, sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku. Ketiga, mendukung Polri/TNI/Pemda dalam melakukan pemeliharaan kamtibmas dan penegakan hukum.

Kemudiaan, keempat, membantu menciptakan situasi Kamtibmas Purbalingga yang aman damai dan kondusif selama pelaksanaan Pilkada Tahun 2020

Baca: Dampak Pandemi Covid-19 Begitu Besar, Baznas Purbalingga Beri Bantuan Modal Usaha

Kapolres Purbalingga AKBP Muchammad Syafi’i Maulla SH MH menggarisbawahi bahwa kamtibmas yang damai tidak hanya bisa diwujudkan oleh satu pihak. Akan tetapi melalui upaya bersama dari berbagai pihak yang saling menjaga ketertiban.

“Saya sendiri sadar bahwa kamtibmas yang kondusif tidak hanya merupakan domain dari kepolisian saja ataupun Forkopimda itu juga di situ kami sadar bukan kita saja, melainkan kita seluruhnya komponen masyarakat harus sama-sama untuk mewujudkan kamtibmas yang kondusif,” katanya.

Utamakan Musyawarah Mufakat.

Sementara itu, ketika memberikan sambutan, Pjs Bupati Purbalingga, Sarwa Pramana meminta masyarakat Kota Perwira lebih mengutamakan komunikasi dan musyawarah mufakat dalam menjaga kamtibmas.

“Pada kesempatan ini juga mari kita bersama-sama lebih banyak membuka komunikasi, lebih baik kita bisa bermusyawarah untuk mufakat,” kata Sarwa Pramana.

“Buka seluruh jalur komunikasi baik melalui jalur Forkompinda, jalur tokoh agama dan terkhusus FKUB saya harap betul untuk bisa membangun  komunikasi yang baik,” kata Pjs Bupati Purbalingga.