BRALING.COM, PURBALINGGA – Di tengah wacana Pemerintah Pusat untuk menghadirkan program pinjaman bank dengan bunga rendah bahkan 0%, Pemkab Purbalingga telah lebih dulu melakukan inovasi kredit tanpa bunga.

Program kredit bank dengan bunga 0% tersebut diwujudkan dengan bekerjasama dengan Perumda BPR Artha Perwira. Program Kredit Melawan Rentenir atau Kredit Mawar itu menghadirkan pinjaman bank senilai Rp 500 ribu hingga Rp 2,5 juta bagi pelaku umkm.

Pelaksana Direktur Utama BPR Artha Perwira, Prof DR Pramono Heriyadi MS mengaku sempat ditegur Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas jalannya program Kredit Mawar dengan bunga 0% tersebut. OJK menilai, kredit bank itu ya ada bunganya.

“OJK sempat menegur. Loh, ini kok nggak ada bunganya dan bisa. Tapi karena ini program Pemda dan jelas baik, kami tetap menyalurkan, karena jelas baik motivasinya.” kata Pramono Heriyadi, akhir Juli 2020 kemarin.

Kredit Mawar ini tidak saja untuk mengatasi rentenir, namun motivasi utama adalah untuk mempercepat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi masyarakat Purbalingga. Sehingga penerima kredit mawar mensyaratkan warga Purbalingga dan diutamakan yang memiliki usaha di Purbalingga.

Sebagai informasi, Kredit Mawar sudah disalurkan sejak tahun 2019 dan sudah dinikmati oleh 266 UMKM dengan nilai kredit sebesar Rp. 623 juta. Tahun 2020, kredit mawar tidak disalurkan untuk UMKM tetapi untuk pedagang pasar.

Perumda BPR Artha Perwira berkolaborasi dengan para kepala pasar untuk memberikan rekomendasi pedagang pasar yang berhak mendapatkan kredit Mawar. Sebanyak 150 nama pedagang berhasil terkumpul dari seluruh pasar di Kabupaten Purbalingga.

Walau begitu, tidak semuanya langsung diberikan Kredit Mawar, karena sesuai aturan teknis penyaluran kredit perbankan, salah satunya dilihat dari Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Pramono menjelaskan, dalam sistem ini, semua warga negara yang pernah bermasalah atau kredit macet dengan lembaga keuangan atau perbankan akan terlihat.

“Dari 150 nama, hanya 107 yang memenuhi syarat. Jadi bapak-ibu merupakan orang terpilih dan dipercaya untuk melakukan pinjaman di lembaga perbankan,” kata Pramono.

Disamping melalui kolaborasi dengan kepala pasar, pengajuan kredit Mawar juga dapat langsung ke kantor BPR Artha Perwira. Tahun 2020 ini, Perumda Arta Perwira sudah menyalurkan sebanyak 179 orang dengan nilai Rp. 431 juta.

Dengan begitu, secara kumulatif dari tahun 2019 kemarin, BPR Artha Perwira sudah menyalurkan Kredit Mawar yang tersalur sudah mencapai angka Rp. 1,054 miliar.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi berkata, tahun 2020 ini, Kredit Mawar diprioritaskan untuk pedagang-pedagang pasar di Kabupaten Purbalingga karena para pedagang kecil kesulitan untuk menambah modal yang berasal dari lembaga perbankan sehingga seringkali terjerumus pada rentenir.

“Oleh karenanya, kami pemerintah meluncurkan kredit tanpa bunga khusus untuk pedagang kecil guna melawan rentenir atau kredit Mawar,” kata Bupati Tiwi.