BRALING.COM, PURBALINGGA – Dua kelompok masyarakat dari Desa Gandasuli, Kecamatan Bobotsari dan Desa Kradenan, Kecamatan Mrebet yang sempat perang urat saraf, akhirnya berdamai. Islah tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Bobotsari, 16 September 2015.

Ikrar berdamai itu difasilitasi oleh Pemerintah Kecamatan Bobotsari dan dihadiri oleh perwakilan dari Polsek Bobotsari dan Mrebet, MUI Purbalingga, Kemendag Purbalingga, kepala desa dan perwakilan warga dari dua desa tersebut.

Dalam pertemuan itu, warga Gandasuli meminta Pondok Al Furqon di Desa Kradenan untuk ditutup. Warga menilai, pondok pesantren itu sudah dijalankan tanpa mengindahkan syariat Islam, sehingga sangat meresahkan warga.

Dari informasi yang didapatkan Braling.com, kejadian bermula pada 11 September di Masjid Darul Ihsan Gandasuli. Saat itu, jamaah Pondok Al Furqon melaksanakan sholat sunnah berjamaah sebanyak 4 rakaat.

Karena tidak lazim, jamaah termasuk takmir masjid M Inda, pun bertanya perihal niat sholat tersebut. Sayangnya, pertanyaan tidak dijawab dengan baik. Bahkan ada yang bilang, “katanya Pak Inda seorang ustadz jebolan pondok pesantren tapi kok nggak tahu”. Warga pun tersinggung.

Dari mediasi itu, akhirnya Pondok Al Furqon sepakat meminta maaf dan berjanji tak akan mengulangi lagi. Kedua apabila selama enam mengulangi lagi akan pergi dari tempat tersebut. Kedua kelompok masyarakat itupun akhirnya berdamai.

BANGKIT WISMO