BRALING.COM, PURBALINGGA – Hadirnya Layar Tanjleb Festival Film Purbalingga tidak hanya dimanfaatkan oleh warga untuk mendapatkan hiburan dari film. Namun juga sekaligus ruang unjuk kreatifitas dan menyosialisasikan program pemerintah desa.

Di Desa Majapura, Kecamatan Bobotsari, Sabtu 23 Mei 2015, misalnya. Warga Dusun Bandingan memanfaatkan program itu untuk menampilkan kreatifitas tari anak-anak. Sementara Pemerintah Desa Majapura menyampaikan informasi tentang Pilkada Purbalingga dan pembayaran pajak.

“Anak-anak pentas menari jadi tidak cuma saat acara Tujuhbelasan, di kegiatan layar tanjleb ini pun punya kesempatan. Pentas seperti ini kan jadi memancing anak-anak lain untuk bisa tampil di panggung,” ujar Tohirin, salah satu penonton.

Sementara Kepala Desa Majapura Retno Hendarwati menyosialisasikan pentingnya partisipasi dalam pilkada. “Selain itu terkait pembayaran pajak dari masyarakat yang sampai bulan April 2015 lalu baru 30 persen. Semoga bulan Juni mendatang bisa ditingkatkan,” harapnya.

Pada kesempatan itu, diputar film pendek “Ayam” produksi SMA Bobotsari Purbalingga dan film pendek “Coblosan” produksi SMK Karangreja Purbalingga. Film “Ayam” diputar untuk dapat diapresiasi warga Desa Majapura dimana lokasi sekolah itu berada.

Di sesi pemutaran berikutnya, dengan diselingi pembagian puluhan doorprize, diputar film fiksi “Lemantun” sutradara Wregas Bhanuteja, dan film dokumenter “Digdaya Ing Bebaya” sutradara BW Purbanegara, serta memutar pula film panjang “Siti” sutradara Eddie Cahyono.

Menurut pegiat FFP Canggih Setyawan, ini menjadi tahun kedua bagi Desa Majapura didatangi program Layar Tanjleb FFP. “Panitia lokal yang dari Karangtaruna Wirabhumi Desa Majapura ingin setiap tahun berpartisipasi dalam FFP dengan menempatkan layar tanjleb di dusun-dusun secara bergiliran,” tuturnya.

BANGKIT WISMO