BRALING.COM, PURBALINGGA – Petugas SAR gabungan dari SAR Purbalingga, TNI, Polri, SAR desa dan pecinta alam masih mencari tiga pendaki Gunung Slamet yang dikabarkan tersesat. Ketiganya disebut berangkat secara sumbunyi-sembunyi.

Mereka yang merupakan warga Jogjakarta itu adalah Ronald Dicki, Airlangga Virgianto dan Zanuar Renaldo. Mereka mendaki melalui jalur Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Sabtu, 7 Februari 2015 lalu.

“Mereka mengaku tersesat sejak Sabtu. Katanya hanya mau kamping di lereng Gunung Slamet, tapi mereka mengaku sudah naik ke puncak,” kata Petugas SAR Pos Pendakian Bambangan, Slamet Ardianzah.

Slamet mengaku kesal karena mereka secara nekat dan sembunyi-sembunyi mendaki tanpa memberi tahu petugas pos pendakian. Padahal Pendakian Gunung Slamet melalui Pos Bambangan.

Jalur pendakian primadona para pendaki itu ditutup sejak Maret tahun 2014 lalu karena statusnya sempat naik di level Waspada. Sampai sekarang belum ada keputusan resmi untuk membuka jalur pendakian.

“Mereka mengaku di pos pendakian tidak ada orang, mereka kemudian mencatat nomor saya yang tertera di pos pendakian. Saya sempat kesal waktu itu, sebab di gapura jalur pendakian juga sudah terpasang pelarangan mendaki,” kata Slamet.

Komandan Lapangan SAR Purbalingga Wahyudi berkata tim sudah diturunkan. Namun hingga Jumat 13 Februari sore, tim SAR belum menemukan tanda-tanda keberadaan para pendaki tersebut.

“Tim evakuasi sempat menemukan selendang yang terikat di pohon, tapi belum tahu pasti apakah itu milik mereka. Sebelumnya seorang petani juga mengaku melihat tiga orang pendaki membawa tas besar, naik ke puncak,” kata dia.

“Dari SMS terakhir yang kami terima, mereka mengaku berada di wilayah hutan dan beristirahat di punggungan sisi timur-utara,” imbuh dia. Tim gabungan masih bertahan di Pos Pendakian Bambangan untuk menunggu perkembangan lebih lanjut.

BANGKIT WISMO