BRALING.COM, PURBALINGGA – Warga Perum Abdi Negara Desa Bojanegara Kecamatan Padamara dikagetkan dengan teriakan Tuminah, 55 tahun, warga Bloh H5 Jalan Arjuna RT 4 RW 5. Rabu 25 Februari 2015, Pukul 04.30, Tuminah menemukan suaminya, Martito, 62 tahun telah mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

Martito diperkirakan memilih gantung diri karena punya sakit katarak yang tak kunjung sembuh. Dari informasi yang diperoleh, Martito sudah pernah melakukan usaha untuk bunuh diri namun berhasil diselamatkan.

Tuminah menceritakan bahwa ia baru bangun tidur dan beranjak sholat namun tidak mendapati suaminya berada di tempat tidur. Ketika keluar, di teras rumah, mendapati suaminya sudah dalam posisi tergantung dengan jerat tali rafia di leher.

Warga yang mendengar teriakan Tumirah kemudian berdatangan ke rumah korban lalu melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Tak ada satu pun yang berani menurunkan tubuh korban karena menunggu polisi datang. Polisi dari Polsek Padamara, Tim Inafis Polres Purbalingga dan tim medis Puskesmas Padamara lalu mendatangi lokasi  kejadian.

Mereka meminta keterangan dari para saksi, melakukan identifikasi dan visum pada tubuh korban. Hasil visum oleh dr Bambang dari Puskesmas Padamara dipastikan korban meninggal karena lemas kehabisan nafas akibat deratan di lehernya. Dokter menyimpulkan korban meninggal murni bunuh diri, hal ini dipastikan dengan tidak ditemukannya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Hanya ada bekas merah di leher akibat jeratan tali.

Kepala Polsek Padamara Ajun Komisaris Imam Hidayat mengatakan, korban ditemukan meninggal gantung diri di teras tepat di bawah panglari. Berdasar keterangan yang dihimpun dari pihak keluarga, diduga korban nekat mengakhiri hidup karena mengalami depresi. 

BANGKIT WISMO