BRALING.COM, PURBALINGGA –  Wasiran, tahun 39, warga RT 6 RW 3 Desa/Kecamatan Kutasari ditemukan tewas di persawahan di RT 13 RW 9 Desa Meri, Kecamatan Kutasari, Selasa 16 Desember.  Tarwin, 30 tahun, warga Desa Meri, Kecamatan Kutasari yang kali pertama menemukan mayat.

Saat itu Tarwin bersama temannya hendak membajak sawah dengan traktor. Namun di tengah sawah yang bersebelahan dengan kebun tebu, ia dikagetkan dengan sesosok tubuh tergeletak dalam posisi telungkup. Ia kemudian memberi tahu temannya. Keduanya lalu melaporkan ke Polsek Kutasari.

Kepala Polsek Kutasari Ajun Komisaris Herman Setiono beserta anggotanya, Tim Inafis Polres Purbalingga dan tim medis dari Puskesmas Kutasari kemudian datang ke lokasi penemuan mayat. Setelah diidentifikasi, diketahui korban bernama Wasiran, seorang penjual warung kecil-kecilan.

Menurut keterangan dari keluarga, korban pamit dari rumah pada Minggu pagi untuk mencari daun-daunan di persawahan untuk dimasak. Namun hingga sore korban tak kunjung pulang ke rumah. Selasa pagi, korban sudah ditemukan tak bernyawa di sawah. Korban kemudian dibawa ke RSUD dr Goetheng Tarunadibrata untuk divisum atas keinginan pihak keluarga.

Kepala Polsek Kutasari Ajun Komisaris Herman Setiono mengatakan, dari keterangan yang ia dapat, korban diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi. “Korban juga pernah pingsan di sawah beberapa waktu lalu,” katanya.

Korban dimungkikan meninggal karena penyakit hipertensinya kambuh dan terjatuh di lokasi. Pihak rumah sakit tidak bisa melakukan otopsi terhadap korban karena harus dilakukan di RS Margono Seokarjo Purwokerto. Sedangkan pihak keluarga tidak memperbolehkan tubuh korban diotopsi. Mayat korban kemudian dibawa pulang pihak keluarga dan dimakamkan hari itu juga.

BANGKIT WISMO