BRALING.COM, PURBALINGGA – Sabtu (12/7) sore, Markas CLC Purbalingga terlihat ramai dan meriah. Para pelajar memadati markas untuk menyaksikan pemutaran regular Bioskop Rakyat atau Biora hasil kerjasama dengan In-docs dari Jakarta.

Kebetulan kali ini siswa SMK Muhamadiyah Majenang, SMK Cilacap dan SMK Kebumen yang tergabung dalam kelompok Prakerin (Praktek kerja Industri) di Sangkaparan Cilacap datang untuk menyaksikan pemutaran film .

Film yang diputar sekaligus jadi bahan diskusi berjudul “The Spanish Earth” sutradara Joris Ivens. Film yang diproduksi 1937 itu menceritakan perlawanan rakyat Spanyol terhadap kaum fasis di bawah kepemimpinan Jenderal Franco. Kisah tersebut dipadukan dengan semangat rakyat spanyol membangun sebuah sistem pengairan dan irigasi di daerahnya.

Film yang diputar kali ini bertema”Dokumenter Ekspositoris”. Sepintas film dokumenter jenis ini sangat jarang ditemui di Banyumas bahkan Indonesia.

Menurut Ita Hartati, salah satu penonton, ini pengalaman pertamanya menonton dokumenter jenis ini, ia mengira dokumenter itu harus ada wawancara,  ternyata ada banyak jenis film dokumenter.

“Dokumenter ekspositoris adalah film yang memberikan informasi secara runtut dan detail,” jelas siswi SMK Muhamadiyah Majenang itu.

Insan Indah Pribadi, Presiden Sangkanparan, mengungkapkan pemutaran seperti ini bisa menjadi referensi anak-anak didiknya serta menjadi ajang sharing dan saling menguji kemampuan yang didapat selama mengikuti Prakerin.

“Kita datang jauh-jauh dari Cilacap ke Purbalingga hanya untuk menyaksikan pemutaran film dengan harapan anak-anak tidak terjebak dengan pola dokumenter yang sudah kuno atau mengandalkan wawancara saja” ujar Insan.

Penanggung jawab program Biora, Canggih Setyawan mengatakan, pemutaran film seperti ini akan diadakan CLC setidaknya sebulan sekali.

“Kami akan selalu menyajikan pemutaran film seperti ini agar para pelajar maupun masyarakat umum menonton film agar kita mudah mengetahui sejarah suatu negara atau peristiwa masa lalu. Jadi lebih jelas karena  tidak hanya melalui tulisan melainkan didukung audio visual” tuturnya.

BANGKIT WISMO